Nama Hendra mencuat setelah FPTI menerbitkan Surat Keputusan Penetapan tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas atas nama dirinya.
Baca Juga: Mbappe Kejar Rekor Cristiano Ronaldo! 13 Gol di Liga Champions
Dalam dokumen tersebut disebutkan, keputusan diambil menyusul aduan delapan atlet Pelatnas FPTI yang didampingi psikolog kepada Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.
Saat dimintai klarifikasi, Hendra membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan gaya kepelatihannya sejak 2012 memang dikenal tegas, namun dalam konteks pembentukan mental atlet.
“Sejak dulu saya memang galak dalam latihan, tapi itu untuk membentuk mental atlet. Kalau untuk hal-hal seperti yang dituduhkan, itu tidak benar,” kata Hendra, Rabu (25/2/2025).
Baca Juga: Hanyut Saat Berenang di Sungai Asahan, Awaluddin Ditemukan Meninggal Dunia
Ia juga membantah pernah melakukan tindakan pelecehan seksual.
Menurutnya, tindakan memeluk atau mencium kening atlet dilakukan dalam situasi emosional, seperti saat atlet menangis usai latihan atau pertandingan yang tidak sesuai harapan.
“Untuk melakukan pelecehan tidak pernah terpikirkan. Apa yang saya lakukan seperti kebiasaan kepada anak saya sendiri. Tapi kalau itu dinilai sebagai pelecehan, ya saya menerima,” ujarnya.
Baca Juga: Opini Ombudsman: Padangsidimpuan Kategori Cukup Tanpa Maladministrasi
Terkait status penonaktifannya, Hendra menyatakan menerima keputusan federasi. Namun ia mengaku kecewa karena belum pernah dimintai klarifikasi secara resmi sejak surat keputusan diterbitkan.
“Sejak menerima surat sampai sekarang saya tidak dimintai klarifikasi. Saya memilih diam karena beritanya sudah ke mana-mana,” tuturnya.
Hendra juga menyebut situasi ini menjadi momen refleksi pribadi, terlebih menjelang Ramadan. Ia kini memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.
Baca Juga: 425 Pekerja Keagamaan di Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan Terima Tali Asih
Pelatih yang mengantarkan Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade Paris 2024 itu berharap proses berjalan objektif.
FPTI: Investigasi Fokus pada AtletSementara itu, Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, menyatakan proses investigasi masih berlangsung.
Ia menegaskan prioritas federasi saat ini adalah mendengarkan dan melindungi atlet sebagai pihak yang melapor.
“Dalam kasus dugaan pelecehan seksual, keberpihakan kami tentu pada korban dan atlet. Prioritas kami melindungi martabat dan kemaslahatan atlet,” kata Robertus.
Baca Juga: Bupati dan Ketua TP PKK Tapsel Salurkan Bantuan untuk 198 KK di Huntara Simarpinggan
Menurutnya, seluruh pihak akan dimintai keterangan untuk mendapatkan fakta yang utuh, namun tahap awal difokuskan pada penelusuran laporan atlet.
Kasus ini masih dalam proses investigasi internal FPTI dan belum ada kesimpulan akhir terkait dugaan yang dilayangkan kepada Hendra Basir. (dtc)