Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dinonaktifkan FPTI, Hendra Basir Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual: “Saya Kecewa"

Editor Satu • Kamis, 26 Februari 2026 | 06:10 WIB
Hendra Basir saat diwawancarai.
Hendra Basir saat diwawancarai.
 
METRODAILY - Kepala pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, menyatakan kekecewaannya setelah dinonaktifkan sementara oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Pelatnas.
 
Ia secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Nama Hendra mencuat setelah FPTI menerbitkan Surat Keputusan Penetapan tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas atas nama dirinya.

Baca Juga: Mbappe Kejar Rekor Cristiano Ronaldo! 13 Gol di Liga Champions

Dalam dokumen tersebut disebutkan, keputusan diambil menyusul aduan delapan atlet Pelatnas FPTI yang didampingi psikolog kepada Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.

Saat dimintai klarifikasi, Hendra membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan gaya kepelatihannya sejak 2012 memang dikenal tegas, namun dalam konteks pembentukan mental atlet.

“Sejak dulu saya memang galak dalam latihan, tapi itu untuk membentuk mental atlet. Kalau untuk hal-hal seperti yang dituduhkan, itu tidak benar,” kata Hendra, Rabu (25/2/2025).

Baca Juga: Hanyut Saat Berenang di Sungai Asahan, Awaluddin Ditemukan Meninggal Dunia

Ia juga membantah pernah melakukan tindakan pelecehan seksual.

Menurutnya, tindakan memeluk atau mencium kening atlet dilakukan dalam situasi emosional, seperti saat atlet menangis usai latihan atau pertandingan yang tidak sesuai harapan.

“Untuk melakukan pelecehan tidak pernah terpikirkan. Apa yang saya lakukan seperti kebiasaan kepada anak saya sendiri. Tapi kalau itu dinilai sebagai pelecehan, ya saya menerima,” ujarnya.

Baca Juga: Opini Ombudsman: Padangsidimpuan Kategori Cukup Tanpa Maladministrasi

Kecewa Tak Pernah Dimintai Keterangan

Terkait status penonaktifannya, Hendra menyatakan menerima keputusan federasi. Namun ia mengaku kecewa karena belum pernah dimintai klarifikasi secara resmi sejak surat keputusan diterbitkan.

“Sejak menerima surat sampai sekarang saya tidak dimintai klarifikasi. Saya memilih diam karena beritanya sudah ke mana-mana,” tuturnya.

Hendra juga menyebut situasi ini menjadi momen refleksi pribadi, terlebih menjelang Ramadan. Ia kini memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Baca Juga: 425 Pekerja Keagamaan di Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan Terima Tali Asih

Pelatih yang mengantarkan Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade Paris 2024 itu berharap proses berjalan objektif.

FPTI: Investigasi Fokus pada Atlet

Sementara itu, Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, menyatakan proses investigasi masih berlangsung.

Ia menegaskan prioritas federasi saat ini adalah mendengarkan dan melindungi atlet sebagai pihak yang melapor.

“Dalam kasus dugaan pelecehan seksual, keberpihakan kami tentu pada korban dan atlet. Prioritas kami melindungi martabat dan kemaslahatan atlet,” kata Robertus.

Baca Juga: Bupati dan Ketua TP PKK Tapsel Salurkan Bantuan untuk 198 KK di Huntara Simarpinggan

Menurutnya, seluruh pihak akan dimintai keterangan untuk mendapatkan fakta yang utuh, namun tahap awal difokuskan pada penelusuran laporan atlet.

Kasus ini masih dalam proses investigasi internal FPTI dan belum ada kesimpulan akhir terkait dugaan yang dilayangkan kepada Hendra Basir. (dtc)

Editor : Editor Satu
#Hendra Basir #pelecehan seksual