Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dikecam Soal Repost Bernuansa Rasis, Dean Huijsen Minta Maaf ke Publik China

Editor Satu • Rabu, 25 Februari 2026 | 08:20 WIB
Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, menyampaikan permintaan maaf
Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, menyampaikan permintaan maaf
 
METRODAILY - Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, menyampaikan permintaan maaf setelah menuai kecaman akibat mengunggah ulang (repost) konten yang dinilai bernuansa rasis terhadap masyarakat China.

Kontroversi bermula akhir pekan lalu ketika Huijsen me-repost sebuah unggahan di Instagram.

Konten tersebut menampilkan seseorang keturunan Asia disertai dua komentar warganet bertuliskan, “bahkan orang China menyebutnya orang China” dan “Anda bisa menutup matanya dengan benang gigi”.

Baca Juga: BGN Larang Monopoli: SPPG Wajib Gunakan Minimal 15 Supplier Bahan Baku MBG

Unggahan itu dianggap menyinggung ciri fisik masyarakat China dan dinilai sebagai hinaan rasial. Tak lama berselang, Huijsen menjadi sasaran kritik tajam, terutama dari warganet Negeri Tirai Bambu.

Pemain berusia 20 tahun tersebut kemudian menghapus unggahan yang ia repost dari akun pribadinya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Weibo milik Real Madrid—platform media sosial paling populer di China.

Dalam pernyataan berbahasa Mandarin yang diunggah di Weibo, Huijsen menyatakan:

Baca Juga: Polres Simalungun Bantu Pembangunan Tahfidz Lewat Program Sapa Ramadan

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman Tiongkok saya. Sebelumnya saya secara tidak sengaja meneruskan konten yang berisi pesan-pesan yang menyinggung. Itu benar-benar tidak disengaja, dan saya menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan.”

Respons Warganet China Masih Kritis

Mengutip laporan ESPN, sebagian warganet China menilai permintaan maaf tersebut belum memadai.

Kritik muncul karena klarifikasi hanya diunggah di Weibo dan tidak disampaikan di platform lain seperti Instagram.

Baca Juga: Digerebek Tengah Malam, 2 Pemilik Sabu Ditangkap di Asrama Martoba

Insiden ini terjadi tak lama setelah rekan setim Huijsen, Vinicius Junior, diduga menjadi korban rasisme oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

Pihak Real Madrid sebelumnya telah melaporkan dugaan tindakan rasis tersebut kepada UEFA.

Kasus ini kembali menyoroti isu sensitif rasisme di dunia sepak bola, baik di dalam maupun di luar lapangan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#Dean Huijsen