METRODAILY - Tottenham Hotspur menelan kekalahan telak 1-4 dari Arsenal dalam Derby London Utara di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (22/2/2026).
Empat gol The Gunners dicetak oleh Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres yang masing-masing memborong dua gol. Spurs hanya mampu membalas lewat Randal Kolo Muani.
Kekalahan ini mempertegas jurang kualitas kedua tim sepanjang musim.
Tambahan tiga poin membawa Arsenal mantap di puncak klasemen Liga Inggris dengan 61 poin, unggul lima angka dari Manchester City di posisi kedua.
Baca Juga: Mohamed Salah Mandul 9 Laga Beruntun! Rekor Terburuknya di Liverpool
Sebaliknya, Tottenham terperosok ke peringkat ke-16 dengan 29 poin. Mereka hanya berjarak empat angka dari West Ham United yang berada di batas zona degradasi.
Situasi ini membuat Spurs masuk radar tim papan bawah yang rawan terseret ke zona merah jika tren negatif berlanjut.
Redknapp: Seperti Dua Liga Berbeda
Mantan gelandang Spurs, Jamie Redknapp, melontarkan kritik tajam terhadap performa mantan klubnya.
Menurutnya, kualitas permainan Tottenham saat ini sangat tertinggal dari Arsenal, bahkan seperti berasal dari dua kasta berbeda.
Baca Juga: Diduga Hina Vinicius, Prestianni Diskors UEFA! Absen Lawan Madrid
“Mereka jauh lebih baik daripada Tottenham, seperti dua liga yang berbeda... jika Tottenham tidak hati-hati, mereka mungkin akan berada di liga yang berbeda musim depan,” ujar Redknapp kepada Sky Sports.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Spurs belum meraih satu pun kemenangan sepanjang 2026.
“Mereka tidak bisa terus bermain seperti ini. Mereka belum pernah menang di tahun 2026. Tapi Arsenal fantastis, itu penampilan brilian, mereka terlalu bagus.”
Baca Juga: Pelari Indonesia Tembus Elite Asia! Daniel Top 8 di Jepang, Irma di Korsel
Alarm Degradasi Mulai Nyata
Tanpa kemenangan setelah pergantian tahun, Tottenham kini berada dalam tekanan besar. Konsistensi buruk, rapuhnya lini belakang, dan minimnya respons di laga besar memperlihatkan krisis performa yang sistemik.
Jika tak segera menemukan momentum kebangkitan, Spurs berpotensi terlibat serius dalam pertarungan degradasi — skenario yang nyaris tak terbayangkan di awal musim.
Derby London Utara kali ini bukan sekadar kekalahan, melainkan sinyal darurat bagi The Lilywhites. (dtc)