Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rasisme Merebak di Premier League! 3 Pemain Jadi Korban dalam Sepekan, Klub-Klub Murka

Editor Satu • Selasa, 24 Februari 2026 | 06:10 WIB

Kampanye anti-rasisme di Premier League, menyusul kasus pelecehan rasial terhadap Wesley Fofana, Tolu Arokodare, dan Romaine Mundle.
Kampanye anti-rasisme di Premier League, menyusul kasus pelecehan rasial terhadap Wesley Fofana, Tolu Arokodare, dan Romaine Mundle.

METRODAILY - Gelombang serangan rasis kembali mencoreng kompetisi Premier League. Dalam pekan ke-28 yang digelar pada 21–22 Februari 2026, tiga pemain dari klub berbeda menjadi korban pelecehan rasial melalui media sosial.

Insiden ini memicu kecaman keras dari klub masing-masing dan mempertegas bahwa persoalan rasisme di sepak bola Inggris belum sepenuhnya tuntas.

Korban pertama adalah Wesley Fofana. Bek Chelsea itu menerima pesan bernada rasis di akun media sosialnya setelah pertandingan melawan Burnley di Stamford Bridge.

Baca Juga: Chelsea Gagal Menang Lagi! Rosenior Akui Bola Mati Jadi Biang Kerok

Fofana membagikan tangkapan layar berisi hinaan rasial yang ia terima. Chelsea langsung mengeluarkan pernyataan resmi mengecam tindakan tersebut dan menyatakan dukungan penuh kepada pemain asal Prancis itu.

Klub menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk diskriminasi dan akan bekerja sama dengan otoritas untuk mengidentifikasi pelaku.

Tolu Arokodare: “Rasisme Tak Punya Tempat di Permainan Ini”

Sehari berselang, dua kasus serupa terjadi. Penyerang Tolu Arokodare menjadi sasaran rasisme setelah Wolverhampton Wanderers kalah 0-1 dari Crystal Palace.

Baca Juga: Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus Salurkan Tali Asih kepada Pekerja Keagamaan

Pemain asal Nigeria itu mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram.

“Masih sulit dipercaya bagi saya bahwa kami bermain di masa di mana orang memiliki begitu banyak kebebasan untuk mengkomunikasikan rasisme semacam itu tanpa konsekuensi apa pun,” tulis Arokodare.

Ia menegaskan bahwa pelaku rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola dan mendesak adanya tindakan kolektif untuk menghukum mereka.

Romaine Mundle Juga Jadi Target

Kasus ketiga menimpa winger Romaine Mundle usai Sunderland kalah 1-3 dari Fulham.

Baca Juga: Prof Dr Sri Rahayu Resmi Jadi Guru Besar Pertama di Universitas Asahan

Sunderland mengeluarkan pernyataan keras mengecam pelecehan rasial online terhadap pemainnya.

“Sunderland AFC sangat terkejut dan mengecam keras pelecehan rasial yang keji secara online, yang ditujukan kepada Romaine Mundle setelah pertandingan Premier League hari ini melawan Fulham.”

Klub menegaskan perilaku tersebut tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun.

Rasisme di Premier League bukan persoalan baru. Meski kampanye anti-diskriminasi gencar digelar dan regulasi diperketat, kasus serupa terus muncul—terutama melalui media sosial.

Baca Juga: Proyek Jalan di Labuhanbatu Diduga Gunakan Dokumen Uji Lab Tanpa Tes Fisik

Fakta bahwa tiga pemain menjadi korban dalam satu pekan menunjukkan urgensi tindakan lebih tegas, baik dari operator liga, klub, platform digital, maupun aparat penegak hukum.

Sepak bola Inggris kembali diuji: apakah komitmen melawan rasisme hanya slogan, atau benar-benar diiringi sanksi nyata bagi pelaku? (dtc)

Editor : Editor Satu
#premier league #rasisme #chelsea