METRODAILY - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menolak memberikan janji manis terkait peluang comeback di leg kedua playoff UEFA Champions League. Fokusnya sederhana: performa harus meningkat signifikan.
Juventus baru saja menelan kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama di Rams Park. Padahal Bianconeri sempat unggul 2-1 di babak pertama.
Namun dua gol cepat di awal babak kedua dari Noa Lang dan Davinson Sanchez membalikkan momentum.
Baca Juga: Galatasaray Hancurkan Juventus 5-2 di Rams Park
Situasi kian sulit setelah Juan Cabal menerima kartu merah, sebelum Lang dan Sacha Boey menambah derita Juventus.n
Dengan agregat 2-5, Juventus minimal harus menang tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Mencetak empat gol tanpa balas jelas menjadi tantangan besar, terlebih melawan tim dengan transisi ofensif seefektif Galatasaray.
Spalletti menegaskan bahwa berbicara soal kebangkitan tidak ada artinya tanpa pembuktian di lapangan.
“Tentu saja kami akan coba bangkit dan membuat cerita comeback sendiri. Kami bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” ujar Spalletti seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Baca Juga: Dortmund Bungkam Atalanta 2-0! Guirassy Jadi Pembeda
“Tidak ada gunanya banyak bicara. Kami memang tampil bagus belakangan ini, tapi selalu menciptakan masalah untuk diri sendiri.”
“Kartu merah membuat segalanya sulit, tapi kami harus merespons dan menunaikan tugas kami untuk fans, kota ini, dan klub.”
Evaluasi Mental dan Disiplin
Dari perspektif taktis, masalah Juventus bukan sekadar efektivitas serangan, melainkan manajemen momentum dan disiplin permainan. Dalam dua leg sistem gugur, detail kecil—transisi negatif, positioning saat set-piece, hingga kontrol emosi—menjadi faktor penentu.
Baca Juga: PSG Bangkit Dramatis! Sempat Tertinggal 0-2, Monaco Dipaksa Menyerah 3-2
Leg kedua di Turin akan menjadi ujian karakter. Spalletti tidak menjanjikan keajaiban; ia menuntut peningkatan level performa yang konkret. (dtc)