MILAN, METRODAILY – Performa gemilang Federico Dimarco bersama Inter Milan kembali mencuri perhatian.
Bek kiri berusia 28 tahun itu disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia saat ini usai tampil dominan dalam kemenangan telak Inter Milan 5-0 atas Sassuolo, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Dimarco mencatatkan tiga assist, nyaris mencetak gol lewat tembakan yang membentur mistar gawang, serta melakukan sapuan krusial di garis gawang.
Baca Juga: Minim Menit Bermain, Dani Carvajal di Ambang Tinggalkan Real Madrid
Penampilan komplet itu membuatnya menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam pertandingan.
Kontribusi tersebut semakin mempertajam statistik Dimarco di Serie A musim ini. Ia telah membukukan 13 assist dan 5 gol dari 22 penampilan, angka yang terbilang luar biasa untuk seorang bek kiri.
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara terbuka melontarkan pujian tinggi kepada kompatriotnya itu seusai laga.
Baca Juga: Viral Di Medsos, Oknum Petugas Koperasi di Asahan Anarkis Terhadap Nasabah
“Hari ini dia menunjukkan bahwa dia adalah salah satu bek kiri terbaik di dunia. Dia sangat menentukan pertandingan. Tim memang yang terpenting, tetapi kualitas individu juga sangat penting,” ujar Lautaro.
Berkat catatan tersebut, Dimarco menjadi pemain ketiga yang mampu mencatatkan dua digit assist di liga-liga top Eropa musim ini, sejajar dengan winger Bayern Munich Michael Olise (18 assist) dan playmaker Manchester United Bruno Fernandes (12 assist).
Meski banjir pujian, Dimarco memilih bersikap rendah hati. Bek internasional Italia itu menegaskan bahwa sepakbola adalah permainan tim, bukan panggung individu.
Baca Juga: Percepatan Transformasi Digital, Bupati Labuhanbatu Utara Hadiri RAKORWIL dan Katalis I P2DD 2026
“Soal tembakan yang kena mistar, aku tidak menendangnya dengan baik,” ujar Dimarco kepada DAZN.
“Aku tidak merasa sebagai pemain yang istimewa. Dalam sepakbola, saat kamu bermain bagus kamu disebut fenomenal, tapi ketika bermain buruk kamu dianggap tidak berguna. Pada akhirnya, yang paling penting adalah hasil tim, bukan individu,” tambahnya. (dtc)
Editor : Editor Satu