Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Moratti Geram pada Inzaghi: Pergi dari Inter dengan Cara yang Buruk

Editor Satu • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:00 WIB
Mantan Presiden Inter Milan Massimo Moratti. Ia mengaku tidak menyukai cara Simone Inzaghi meninggalkan Inter pada musim panas 2025.
Mantan Presiden Inter Milan Massimo Moratti. Ia mengaku tidak menyukai cara Simone Inzaghi meninggalkan Inter pada musim panas 2025.

MILAN, METRODAILY – Mantan Presiden Inter Milan Massimo Moratti secara terbuka mengakui ketidaksukaannya terhadap cara Simone Inzaghi meninggalkan klub.

Moratti menilai kepergian Inzaghi tidak mencerminkan peningkatan karier dan jauh berbeda dibandingkan langkah Jose Mourinho pada 2010 silam.

Moratti merupakan figur sentral dalam sejarah kejayaan Inter Milan. Di bawah kepemimpinannya, Inter mencatat prestasi tertinggi dengan meraih treble winner pada musim 2009/2010 bersama Jose Mourinho.

Baca Juga: Man City Tertinggal dari Arsenal, Rodri Minta Tim Fokus Kumpulkan Poin

Setelah mengantarkan Inter meraih treble, Mourinho memilih hijrah ke Real Madrid. Keputusan tersebut dinilai Moratti sebagai langkah yang elegan dan tepat dalam perjalanan karier sang pelatih asal Portugal.

Situasi berbeda terjadi saat Simone Inzaghi meninggalkan Inter pada musim panas 2025. Inzaghi gagal mempersembahkan satu pun gelar pada musim 2024/2025 dan menutup musim dengan kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions.

Tak lama setelah kegagalan tersebut, Inzaghi memilih melanjutkan karier ke Liga Arab Saudi dengan menerima tawaran melatih Al Hilal. Keputusan itu menuai kekecewaan Moratti.

Baca Juga: LBH-AP Muhammadiyah Resmi Jadi Posbakum di Pengadilan Agama Simalungun

“Saya rasa Inzaghi pergi dengan cara yang buruk. Saya sama sekali tidak menyukai apa yang terjadi,” ujar Moratti kepada Radio Kiss Kiss.

“Dia mencoba meniru Mourinho, tetapi kesannya justru buruk. Mourinho pergi setelah memenangkan Treble,” sambungnya.

Meski demikian, catatan Inzaghi bersama Inter tidak sepenuhnya negatif. Pelatih asal Italia itu sempat mempersembahkan sejumlah trofi domestik, dengan pencapaian tertingginya adalah gelar Scudetto pada musim 2023/2024. (dtc)

Editor : Editor Satu
#simone inzaghi #massimo moratti #inter milan