MANCHESTER, METRODAILY – Sebuah optimisme besar kembali menyelimuti kubu Manchester United.
Setelah menekuk Wolverhampton Wanderers 4-1 di Molineux Stadium, Ayden Heaven, bek muda yang tengah jadi sorotan, menyebut Setan Merah berada di jalur yang tak bisa dihentikan jika menjaga performa seperti ini.
Kemenangan di laga yang berlangsung Selasa (9/12/2025) dini hari WIB itu menjadi salah satu penampilan paling impresif MU musim ini. Melawan tim juru kunci Liga Inggris, pasukan Erik ten Hag tampil dominan sejak menit awal.
Baca Juga: Salah Emosi, Slot Membalas: Gerrard Turun Tangan Redam Konflik di Liverpool
Data Liga Inggris mencatat MU menguasai 63,3 persen bola dan melepas 27 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Keunggulan itu tercermin lewat dua gol Bruno Fernandes, serta sumbangan Bryan Mbeumo dan Mason Mount.
Heaven, yang tampil sejak awal, menyebut kemenangan besar ini bukan sekadar tiga poin, tetapi bukti bahwa MU mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya.
“Kalau kami bisa terus bermain seperti yang kami lakukan hari ini, dengan tim yang sama, kami bisa melaju setinggi mungkin,” ujarnya kepada Manchester Evening News.
Baca Juga: Al Nassr Hajar Al Wahda 4-2, Ronaldo dan Coman Tampil Memukau
Ia melanjutkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama untuk menjadikan MU tim yang sulit ditaklukkan.
“Kami hanya perlu melakukan apa yang kami lakukan hari ini di setiap pertandingan. Saya tidak berpikir ada yang bisa menghentikan kami kalau tampil seperti ini.”
Jadwal kandang yang menunggu MU juga dianggap sebagai keuntungan tambahan. “Bermain di Old Trafford dalam tiga dari empat laga ke depan jelas menjadi dorongan besar. Kami ingin memenangi sebanyak mungkin pertandingan,” kata Heaven.
Baca Juga: Sukses Kendalikan Inflasi, Kios Segoro Amarto Yogyakarta Jadi Perhatian Wali Kota Wesly Silalahi
Di tengah persaingan papan atas yang masih ketat, pernyataan Heaven menambah kepercayaan diri tim. Kemenangan di Molineux bisa menjadi titik balik, sekaligus sinyal bahwa MU mulai menemukan ritme yang hilang. (dtc)
Editor : Editor Satu