KUALA LUMPUR, METRODAILY – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait skandal naturalisasi tujuh pemain.
Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Idris atau TMJ, merespons keras dan menuding keputusan tersebut bermotif politik.
FIFA sebelumnya menjatuhkan denda kepada FAM sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,3 miliar.
Tujuh pemain yang terbukti memalsukan dokumen keturunan turut dihukum larangan beraktivitas selama 12 bulan sejak 26 September 2025, serta denda 2.000 Swiss Franc atau sekitar Rp41 juta.
Investigasi FIFA menemukan klaim FAM bahwa para pemain memiliki kakek-nenek asal Malaysia tidak sesuai fakta. FIFA menyebut dokumen keturunan pemain itu berasal dari Spanyol, Brasil, dan Argentina.
Pengumuman penolakan banding dirilis Senin (3/11) malam WIB. Dengan demikian, sanksi tetap berlaku, dan FAM dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
FAM masih memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), di samping investigasi internal yang masih berjalan.
TMJ Serang FIFA
TMJ menyebut FIFA menjatuhkan hukuman tidak sesuai pasal yang dijadikan dasar, dan menuding alasan penolakan banding bermuatan politik.
“FIFA terus menghukum para pemain secara salah. Pasal 22 menyatakan hanya mereka yang memalsukan atau menggunakan dokumen palsu yang dapat dihukum. Itu tidak berlaku bagi pemain,” tulis TMJ di media sosial.
“Sanksi dijatuhkan tanpa dasar hukum dan tampaknya bermotif politik,” tegasnya.
Pasal 22 FIFA memang mengatur larangan bagi “setiap orang” yang terlibat pemalsuan atau penggunaan dokumen palsu dalam kegiatan sepak bola.
Klausul itu menjadi perdebatan publik, sebagian mendukung TMJ karena pemain dinilai tidak mengetahui proses dokumen, sementara yang lain menilai teks aturan jelas berlaku pada pihak yang menggunakan dokumen palsu.
TMJ menegaskan akan terus mendampingi para pemain hingga proses di CAS tuntas.
“Beberapa memilih menyalahkan, beberapa diam, saya memilih mendukung para pemain sampai akhir,” tutup TMJ. (Dtc)
Editor : Editor Satu