Ejekan Lamine Yamal Kobarkan Semangat Real Madrid di El Clasico
Editor Satu• Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:00 WIB
Penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, saat tampil dalam laga El Clasico melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Sabtu (27/10/2025). Ejekannya sebelum pertandingan disebut menjadi pemicu.
MADRID, METRODAILY — Ejekan pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, tampaknya menjadi bahan bakar semangat Real Madrid dalam duel panas El Clasico.
Bermain di Santiago Bernabeu, Sabtu (27/10/2025), Los Blancos menundukkan rival abadinya itu dengan skor 2-1.
Dua gol Madrid dicetak oleh Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, sementara Barcelona hanya mampu membalas lewat Fermin Lopez.
Hasil ini memperkokoh posisi Madrid di puncak klasemen LaLiga dengan 27 poin, unggul lima angka dari Barca di urutan kedua.
Namun, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Pertandingan juga diwarnai aroma gengsi dan balasan atas sindiran pedas yang sempat dilontarkan Yamal sebelum laga.
Pemain berusia 18 tahun itu sebelumnya menyebut Madrid sebagai “tim maling” dan mengkritik keputusan wasit dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Komentar itu rupanya memantik semangat skuad Madrid. Di lapangan, para pemain tampil penuh determinasi, agresif dalam duel, dan sangat efektif dalam memanfaatkan peluang.
Salah satu momen panas terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Kapten Madrid, Dani Carvajal, terlihat mengarahkan gestur “terlalu banyak bicara” ke arah Yamal — simbol bahwa ejekan sang pemain muda telah dibayar lunas.
Gestur itu memicu adu mulut antar pemain kedua tim, meski akhirnya berhasil diredam oleh ofisial dan perangkat pertandingan.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa timnya tampil dengan motivasi ekstra di laga sarat rivalitas ini.
Meski enggan mengaitkannya langsung dengan ucapan Yamal, Alonso menyebut kemenangan atas Barcelona selalu menjadi momen penting bagi klub dan suporter.
“Saya tidak tahu apakah mereka sangat termotivasi oleh kata-kata Lamine Yamal sebelum pertandingan, tetapi tim memang sudah termotivasi sejak awal,” ujar Alonso, dikutip dari The Athletic.
“Kami berbicara tentang betapa pentingnya laga ini, bukan hanya karena tiga poin, tapi karena maknanya bagi klub dan sejarah rivalitas panjang kedua tim,” lanjutnya.
Dengan kemenangan ini, Madrid semakin menunjukkan superioritasnya di awal musim. Kylian Mbappe dan Jude Bellingham terus menjadi tumpuan produktivitas lini depan, sementara lini tengah Madrid tampil solid menjaga dominasi permainan.
Sementara itu, bagi Barcelona, hasil ini menambah tekanan bagi pelatih Xavi Hernandez yang sedang berupaya menstabilkan performa tim.
Kekalahan di Bernabeu membuat mereka tertinggal cukup jauh dalam persaingan gelar, di tengah jadwal padat Liga Champions dan LaLiga.
El Clasico kali ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga soal gengsi, harga diri, dan balasan atas ejekan di luar lapangan. Madrid berhasil menjawabnya bukan dengan kata-kata — melainkan dengan kemenangan di atas rumput Bernabeu. (dtc)