Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

IOC Tangguhkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olahraga Internasional, Efek Penolakan Atlet Israel

Editor Satu • Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:47 WIB
Presiden Kehormatatan IOC, Thomas Bach.. IOC menjatuhkan sanksi berat kepada Indonesia akibat penolakan atlet Israel di ajang kejuaraan dunia senam.
Presiden Kehormatatan IOC, Thomas Bach.. IOC menjatuhkan sanksi berat kepada Indonesia akibat penolakan atlet Israel di ajang kejuaraan dunia senam.

JAKARTA, METRODAILY — Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia akibat penolakan terhadap atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis dari Lausanne, Swiss, Selasa (22/10/2025), IOC menyebut Indonesia telah melanggar prinsip dasar Olimpiade yang menjamin setiap atlet berhak berkompetisi tanpa diskriminasi.

“Gerakan Olimpiade berdiri di atas prinsip universal, semua atlet berhak berpartisipasi tanpa memandang kewarganegaraan atau kepercayaan,” demikian pernyataan IOC dikutip dari Reuters.

Empat Sanksi IOC untuk Indonesia

Dalam keputusan resminya, IOC menetapkan empat langkah tegas terhadap Indonesia:

  1. Mengakhiri semua bentuk dialog dengan Indonesia, termasuk pembahasan tentang Olimpiade Remaja, Olimpiade Dewasa, dan konferensi Olimpiade.
  2. Merekomendasikan semua federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar event, pertemuan, maupun kegiatan olahraga di Indonesia.
  3. Meminta seluruh federasi olahraga agar memastikan tuan rumah memberikan akses bagi semua atlet tanpa diskriminasi untuk kualifikasi Olimpiade.
  4. Memanggil Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Federasi Senam Internasional (FIG) ke markas IOC di Lausanne, Swiss, guna memberikan klarifikasi dan jaminan resmi.

Masalah ini bermula ketika pemerintah Indonesia menolak memberikan visa kepada atlet dan ofisial asal Israel yang hendak berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.

Keputusan tersebut diklaim sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Namun, IOC menilai langkah itu melanggar Piagam Olimpiade, yang menegaskan bahwa olahraga harus bebas dari diskriminasi politik, ras, atau agama.

Ancaman Pembekuan dan Isolasi

Dengan keluarnya keputusan ini, Indonesia terancam dibekukan dari aktivitas olahraga internasional, termasuk kemungkinan tidak dapat menjadi tuan rumah maupun ikut serta dalam ajang-ajang bergengsi dunia seperti Olimpiade, Asian Games, hingga kejuaraan tingkat dunia lainnya.

Skenario ini disebut mirip dengan sanksi terhadap Rusia, yang hingga kini tidak diperbolehkan tampil di bawah bendera nasional dalam berbagai ajang olahraga dunia akibat invasi ke Ukraina.

Hingga Rabu (23/10), belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Baca Juga: 7 Rumah Terbakar di Pantai Burung Tanjungbalai

Sementara sejumlah pengamat menilai, pemerintah harus segera menempuh langkah diplomasi olahraga agar Indonesia tidak terisolasi dari sistem keolahragaan global.

“Indonesia bisa tetap tegas dalam mendukung Palestina, tapi perlu memisahkan ranah politik dari ranah olahraga,” ujar salah satu pakar hukum olahraga nasional di Jakarta.

Sanksi IOC ini berpotensi memukul sektor pariwisata, industri event olahraga, serta reputasi Indonesia sebagai tuan rumah event internasional.

Untuk memulihkan kepercayaan, Indonesia harus segera memberikan jaminan tertulis kepada IOC bahwa seluruh atlet dari negara mana pun akan diizinkan bertanding tanpa diskriminasi.

Jika tidak, Indonesia berisiko diblacklist dari agenda olahraga dunia dalam waktu yang belum bisa ditentukan. (Bbs)

Editor : Editor Satu
#atlet israel #ioc