JEDDAH, METRODAILY – Laga panas Indonesia vs Irak di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir ricuh.
Wasit asal China, Ma Ning, mengeluarkan tiga kartu merah untuk pemain dan ofisial Timnas Indonesia setelah pertandingan berakhir di Stadion King Abdullah Sport City, Minggu (12/10) dini hari WIB.
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak dengan skor tipis 0-1 lewat gol tunggal Zidane Iqbal. Namun, laga tersebut lebih banyak disorot karena serangkaian keputusan kontroversial Ma Ning yang dinilai merugikan Garuda.
Baca Juga: Veddriq Absen di SEA Games, Fokus ke Kualifikasi Asian Games 2026
Kontroversi pertama muncul ketika Zaid Tahseen hanya mendapat kartu kuning meski melanggar Ole Romeny sebagai pemain terakhir di lini pertahanan Irak.
Keputusan itu langsung menuai protes keras dari para pemain Indonesia.
Tak berhenti di situ, Ma Ning kembali memicu emosi publik saat Kevin Diks justru dianggap melakukan pelanggaran padahal ia yang terlebih dulu ditendang pemain Irak.
Puncak kekacauan terjadi di penghujung laga. Ma Ning sempat mengusir Zaid Tahseen karena menyikut Diks di kotak penalti, tetapi tak memberikan penalti dengan alasan Diks mengangkat kaki terlalu tinggi lebih dulu.
Baca Juga: Masih Tajam di Usia 33. Ega Riau Masih Andalan Panahan i SEA Games
Setelah peluit panjang dibunyikan, tensi emosi para pemain Indonesia memuncak. Protes keras terjadi di area lapangan hingga Ma Ning mengeluarkan tiga kartu merah tambahan — masing-masing untuk Shayne Pattynama, Manajer Timnas Sumardji, dan Thom Haye.
Insiden bermula ketika Pattynama berbicara dengan pelatih Irak, Graham Arnold, namun Ma Ning tiba-tiba mencabut kartu merah untuknya. Aksi itu membuat Sumardji naik pitam hingga mendorong wasit.
Thom Haye yang terus memprotes keputusan wasit pun turut diusir.
Baca Juga: Cetak Gol Debut Sensasional, Pio Esposito Disebut 'The Next Vieri'
Beruntung, situasi akhirnya bisa dikendalikan oleh ofisial dan keamanan pertandingan sehingga tak berujung pada keributan fisik. Namun, keputusan Ma Ning kini menuai gelombang kritik dari pecinta sepak bola Tanah Air. (dtc)
Editor : Editor Satu