KUALA LUMPUR, METRODAILY – Timnas Malaysia diguncang kabar mengejutkan usai FIFA menjatuhkan sanksi berat terkait dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Meski demikian, Harimau Malaya diminta tetap solid menghadapi badai besar ini.
FIFA resmi menjatuhkan denda 350 ribu CHF (sekitar Rp7,3 miliar) kepada Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dan menjatuhi sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Negeri Jiran.
Mereka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Baca Juga: Declan Rice Takjub, Pemain 15 Tahun Arsenal Sudah Debut, Masih Pakai Seragam Sekolah
Ketujuh pemain tersebut masing-masing harus membayar denda 2 ribu CHF (Rp42 juta) serta dilarang beraktivitas di dunia sepakbola selama setahun.
Dalam penjelasannya, pihak Malaysia menyebut sanksi tersebut muncul akibat kesalahan administrasi saat mengajukan proses naturalisasi pemain ke FIFA.
Meski begitu, Malaysia masih memiliki waktu 10 hari sejak pengumuman untuk mengajukan banding.
Baca Juga: Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif Rp100 Ribu per Hari, Begini Mekanismenya
CEO Harimau Malaya, Ben Friend, meminta seluruh pihak agar tidak terpecah menghadapi masalah ini.
“Ini adalah saat menentukan untuk sepakbola Malaysia. Harimau Malaya tetap kompak dan teguh, mendukung para pemain, pelatih, dan staf karena kami melangkah maju dengan tujuan dan tekad,” tegasnya seperti dikutip Straits Times, Senin (29/9).
Friend juga mengaku terkejut dengan keputusan FIFA, apalagi sebelumnya induk sepakbola dunia itu sempat memberi lampu hijau kepada para pemain untuk tampil di laga resmi, salah satunya ketika Malaysia menghajar Vietnam 4-0 pada Kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca Juga: Siantar 5 Besar Kota Toleransi, Wali Kota Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama
“Kami terkejut dengan keputusan FIFA dan sanksi yang belum pernah dijatuhkan sebelumnya kepada para pemain kami,” ujarnya.
Sementara itu, publik Malaysia sempat melontarkan tudingan bahwa ada pihak luar yang melaporkan hingga membuat FIFA menjatuhkan sanksi ini.
Bahkan nama Indonesia dan Vietnam sempat ikut diseret dalam perdebatan hangat di media sosial. (dtc)
Editor : Editor Satu