Atlet Difabel Simalungun Borong Emas, Siap Bawa Nama Indonesia ke Dunia
Editor Satu• Senin, 21 Juli 2025 | 12:55 WIB
Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga saat bertemu atlet difabel Novita Safitri Simanullang di Kantor Bupati, Kamis (17/7).
SIMALUNGUN, METRODAILY – Kabupaten Simalungun kini punya kebanggaan baru: atlet-atlet difabel berprestasi.
Salah satunya Novita Safitri Simanullang (21), yang berhasil membawa pulang tiga medali emas di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) II Tahun 2023 Sumut.
Novita menyabet juara di tiga cabang sekaligus—tolak peluru, lempar cakram, dan lempar lembing—dalam kelas Kate (berat peluru 4–5 kg).
Aksi gemilangnya jadi sorotan dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga di Kantor Bupati, Pematang Raya, Kamis (17/7).
Kepada Benny, Novita menyampaikan keinginan besar: membentuk National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Simalungun. Organisasi ini akan menjadi rumah pembinaan atlet-atlet difabel lokal yang punya semangat dan potensi luar biasa.
Wakil Bupati langsung menyambut baik inisiatif tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan saudara-saudara kita para difabel. NPCI bukan sekadar organisasi, ini langkah besar menuju kesetaraan dan prestasi,” ujar Benny.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan istilah “difabel” alih-alih “disabilitas”.
“Karena mereka bukan tidak mampu, tetapi terlahir berbeda dan luar biasa,” tegasnya.
Atlet-atlet difabel ini berasal dari Yayasan Harapan Jaya yang berlokasi di Kecamatan Siantar. Yayasan yang dipimpin oleh Suster Ferinanda Lumbantoruan FCJM ini menjadi pusat pembinaan fisik, mental, dan spiritual bagi penyandang difabel.
“Kami tidak ingin mereka dikasihani, tetapi didorong untuk berkembang dan bersinar,” ungkap Suster Ferinanda.
Salah satu bintang yayasan lainnya adalah Putri S Rahayu Lase, atlet angkat barbel yang tengah mempersiapkan diri mewakili Indonesia di kejuaraan internasional di Dubai, Oktober 2025.
Kadis Pemuda dan Olahraga Ramadhan Damanik dan calon Ketua NPCI Simalungun Yunus Manalu turut hadir dalam pertemuan, memperkuat sinyal dukungan pemerintah terhadap pembentukan NPCI Simalungun.
“Prestasi tidak datang dari kelengkapan fisik, tetapi dari semangat dan kerja keras,” ujar Benny. “Mari kita tunjukkan bahwa Simalungun adalah rumah inklusif yang mendorong semua warganya untuk maju.” (esa)