MANCHESTER, METRODAILY – Masa depan Marcus Rashford makin tak menentu. Manchester United kukuh ingin menjualnya, namun belum ada satu pun klub yang mengajukan tawaran resmi.
Situasi ini membuat sang striker mulai frustrasi dan berharap bisa kembali dipinjamkan — namun keinginannya ditolak Setan Merah.
Rashford baru saja kembali dari masa peminjaman di Aston Villa sejak Januari 2024. Sayangnya, performa dua gol dan tiga assist dalam 10 laga Liga Inggris tak cukup membuat Villa tertarik mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Baca Juga: Resmi Gabung Arsenal, Kepa Siap Rebut Posisi Utama dari David Raya
Dilansir The Athletic, Rashford dan Manchester United telah sepakat untuk berpisah. Klub mematok harga mulai dari £40 juta (Rp 892 miliar), namun sejauh ini belum ada klub yang menyatakan minat serius.
Beberapa tim top Eropa sempat dikaitkan, seperti Barcelona dan PSG, tapi keduanya diyakini mundur karena harga terlalu tinggi dan gaji Rashford yang mencapai £350 ribu per pekan (Rp 7,7 miliar).
MU bahkan membuka peluang menjualnya ke sesama klub Premier League, tapi hasilnya masih nihil peminat. Rashford pun meminta agar bisa kembali dipinjamkan, idealnya ke luar Inggris demi mencari tantangan baru.
Baca Juga: Barcelona Terancam Gagal Daftarkan Pemain Baru, Harus Cuci Gudang Demi Tekan Gaji
Namun, keinginan itu ditolak manajemen yang lebih butuh suntikan dana segar dari penjualan permanen.
Menambah pelik situasi, Rashford dipastikan tidak masuk skuad pramusim Manchester United yang akan menjalani tur ke Amerika Serikat pertengahan Juli ini.
Dengan bursa transfer yang terus berjalan dan minim peminat, Rashford disebut makin frustrasi menanti kepastian nasibnya. Jika tak segera terjual, striker 27 tahun itu terancam jadi 'pengangguran mewah' di Old Trafford. (dtc)
Editor : Editor Satu