METRODAILY - Tiga kekalahan beruntun. Tak satu pun gol tercipta. Inter Milan seperti kehilangan nyawa di momen paling genting musim ini.
Teranyar, Nerazzurri tumbang 0-1 di kandang sendiri oleh AS Roma, Minggu (27/4) malam WIB. Kekalahan itu memperpanjang derita setelah sebelumnya dibungkam Bologna 0-1, lalu dihantam telak 0-3 oleh AC Milan di semifinal Coppa Italia.
Dalam sekejap, Inter terlempar dari perebutan trofi domestik dan digeser Napoli dari puncak klasemen Liga Italia.
Krisis ini membuat pelatih Simone Inzaghi angkat suara. Ia mengakui timnya tengah berada di titik nadir—baik fisik maupun mental.
Baca Juga: Napoli Mengguncang! Gusur Inter Milan Demi Mimpi Scudetto
"Kami kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut dan itu menyakitkan," ujar Inzaghi melalui situs resmi klub. "Kami harus berkaca, memulihkan energi, dan kembali berjuang. Masih ada musim yang harus diselesaikan."
Energi. Itu kata kuncinya. Inter terlihat kehabisan bensin di saat mesin seharusnya menyala paling panas. Tapi Inzaghi menolak menyerah. Ia tahu, jalan menuju kebangkitan selalu terbuka bagi mereka yang berani melangkah.
Empat laga tersisa di Serie A — Verona, Torino, Lazio, dan Como — bisa menjadi ruang pemulihan. Namun ujian terbesar sudah di depan mata: Barcelona menanti di semifinal Liga Champions, 1 dan 7 Mei.
Baca Juga: Manchester City Tembus Final Piala FA Usai Jinakkan Nottingham Forest
"Kemenangan akan membangkitkan mental kami," tegas Inzaghi. "Kami perlu menemukan kembali kewaspadaan, keyakinan, dan tenaga. Karena musim ini belum selesai — belum saatnya menyerah."
Langit kelabu memang menyelimuti Giuseppe Meazza, tapi musim belum selesai. Dan bagi Inter, harapan belum padam. Yang dibutuhkan kini hanya satu hal: menemukan kembali energi untuk menjadi Inter yang ditakuti. (dtc)
Editor : Editor Satu