Kebuntuan akhirnya pecah menjelang babak pertama berakhir. Dan Burn yang tak terkawal sukses menanduk bola hasil sepak pojok, membawa Newcastle unggul 1-0 di menit ke-45.
Memasuki babak kedua, Newcastle semakin percaya diri.
Alexander Isak sempat mencetak gol yang dianulir karena offside, tetapi striker asal Swedia itu akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52 lewat tembakan voli keras.
Liverpool berusaha bangkit dan terus menekan, namun lini belakang Newcastle tampil disiplin.
Gol hiburan baru lahir di menit ke-90+5 ketika Federico Chiesa melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dibendung Nick Pope.
Kemenangan ini menandai sejarah baru bagi Newcastle, yang terakhir kali mengangkat trofi pada 2016/2017 saat menjuarai Championship Division.
Gelar ini juga menjadi trofi pertama di era kepemilikan PIF (Public Investment Fund) Arab Saudi, yang telah berinvestasi besar sejak mengambil alih klub.
Dengan hasil ini, pasukan Eddie Howe tak hanya meraih gelar prestisius, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru di sepak bola Inggris. (dtc)