Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Liga 2 Kembali Ricuh: Wasit Dipukuli Usai Laga PSPS vs Persiraja

Editor Satu • Kamis, 13 Februari 2025 | 08:05 WIB
Wasit menjadi sasaran amukan pemain Persiraja Banda Aceh usai kekalahan timnya dari PSPS Pekanbaru dengan skor 0-1 pada pertandingan yang berlangsung pada 11 Februari 2025.
Wasit menjadi sasaran amukan pemain Persiraja Banda Aceh usai kekalahan timnya dari PSPS Pekanbaru dengan skor 0-1 pada pertandingan yang berlangsung pada 11 Februari 2025.

METRODAILY - Laga babak 8 besar Liga 2 Indonesia kembali diwarnai insiden memalukan.

Wasit menjadi sasaran amukan pemain Persiraja Banda Aceh usai kekalahan timnya dari PSPS Pekanbaru dengan skor 0-1 pada pertandingan yang berlangsung pada 11 Februari 2025.

Kericuhan terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Beberapa pemain Persiraja, yang tak puas dengan keputusan wasit selama pertandingan, meluapkan emosi dengan tindakan kekerasan.

Insiden ini kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia, yang masih bergulat dengan masalah kedisiplinan pemain dan ofisial.

Laga antara PSPS dan Persiraja memang krusial, mengingat keduanya bersaing untuk merebut tiket promosi ke Liga 1.

Dengan tambahan tiga poin, PSPS kini mengoleksi enam poin dari empat laga, hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen, PSIM Yogyakarta. Persaingan semakin ketat, dan tensi pertandingan pun meningkat seiring ketatnya perburuan tiket ke kasta tertinggi.

Namun, insiden pemukulan terhadap wasit ini bukan kali pertama terjadi di Liga 2. Minimnya teknologi VAR sering kali membuat keputusan wasit diperdebatkan, memicu ketidakpuasan yang berujung pada aksi tidak sportif.

Jika dibiarkan, budaya kekerasan di lapangan bisa terus berlanjut dan merusak citra sepak bola nasional.

Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, kini dituntut untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku kekerasan di lapangan. Sanksi berat perlu dijatuhkan kepada pemain yang terlibat dalam insiden ini agar menjadi efek jera.

Selain itu, evaluasi terhadap kualitas wasit dan penerapan teknologi untuk membantu pengambilan keputusan juga harus menjadi perhatian utama.

Terlepas dari insiden ini, satu catatan positif dari laga PSPS vs Persiraja adalah jumlah penonton yang mencapai 15.853 orang, menjadi rekor tertinggi di Liga 2 musim ini.

Namun, angka tersebut tidak cukup untuk menutupi wajah buram kompetisi yang masih dihantui aksi-aksi tak terpuji di atas lapangan.

Sementara itu, di laga lainnya, Sriwijaya FC masih berjuang menghindari degradasi usai menang tipis 1-0 atas PSMS Medan.

Di tengah keterbatasan finansial dan krisis internal, Sriwijaya FC masih bertahan di persaingan zona degradasi.

Liga 2 musim ini membuktikan betapa kerasnya persaingan untuk bertahan dan promosi. Namun, tanpa disiplin dan sportivitas, sepak bola Indonesia hanya akan terus terjebak dalam siklus yang sama: penuh tensi, minim prestasi. (Jp)

Editor : Editor Satu
#psps vs persiraja #wasit dipukul