Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sumut Siap Menjadi Tuan Rumah Balap Mobil WRC 2026

Editor Satu • Jumat, 17 Januari 2025 | 10:50 WIB
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo bersama Ketua Tim Goes to WRC Musa Rajekshah, LPDUK, Kemenpora, serta Promotor WRC usai penandatanganan MoU.
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo bersama Ketua Tim Goes to WRC Musa Rajekshah, LPDUK, Kemenpora, serta Promotor WRC usai penandatanganan MoU.

JAKARTA, METRODAILY – Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah salah satu seri balap mobil internasional World Rally Championship (WRC) pada Agustus 2026, dengan Sumatera Utara terpilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraannya.

Keputusan ini semakin mendekati kenyataan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ikatan Motor Indonesia (IMI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan promotor WRC, yang dilakukan pada Rabu (15/1).

Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo menyatakan, MoU ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara semua pihak yang terlibat, sehingga seluruh persiapan pelaksanaan WRC 2026 di Indonesia bisa berjalan dengan lancar.

“MoU ini menjadi landasan penting untuk kerjasama di aspek promosi, teknis, dan logistik, guna memastikan suksesnya ajang balap bergengsi ini,” ujar Bambang.

Sumatera Utara, yang memiliki pengalaman berharga dalam penyelenggaraan ajang motorsport internasional, menjadi pilihan utama untuk ajang WRC 2026. Dalam beberapa dekade terakhir, Sumut telah sukses menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan motorsport internasional, termasuk World Rally Championship pada tahun 1996-1997 serta Trans Sumatera Rally dan Asia Pacific Rally.

Bambang menambahkan bahwa penyelenggaraan WRC bukan hanya tentang balap mobil, tetapi juga tentang memperkenalkan potensi budaya, adat, dan pariwisata Indonesia.

“Event ini merupakan peluang strategis untuk mengenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan sosial dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai tokoh otomotif Sumatera Utara dan Ketua Tim Goes to WRC, Musa Rajekshah (Ijeck) berharap dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga masyarakat lokal, agar ajang WRC 2026 di Sumut bisa berjalan sukses.

“Ini adalah langkah besar bagi Sumut dan Indonesia. Walau masih banyak tahapan yang harus disiapkan, MoU ini merupakan langkah awal yang sangat positif,” ungkap Ijeck.

Persiapan untuk WRC 2026 juga mencakup pengembangan infrastruktur, yang diharapkan akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat. Selain memenuhi standar internasional untuk sirkuit dan rute balapan, fasilitas pendukung seperti akomodasi bagi pebalap dan tim, pusat media, dan area publik bagi penonton juga akan diperhatikan.

Menurut Bambang, pengembangan infrastruktur ini tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan WRC 2026, tetapi juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Sumut dan Indonesia secara keseluruhan. Fasilitas yang ada diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi peserta dan penonton, serta mendukung sektor ekonomi lokal.

Kehadiran WRC 2026 di Indonesia, khususnya di Sumut, dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui ajang motorsport kelas dunia. Dengan dukungan yang solid dari seluruh pihak, Indonesia dapat meraih manfaat jangka panjang dari segi sosial, ekonomi, dan pariwisata melalui event besar ini. (rel)

Editor : Editor Satu
#World Rally Championship