Negosiasi Gaji Belum Klir, Klopp Berharap Salah Bertahan
Editor Satu• Jumat, 17 Januari 2025 | 06:30 WIB
Juergen Klopp dan Mohamed Salah.
METRODAILY - Liverpool menghadapi dilema besar terkait masa depan Mohamed Salah. Sang Raja Mesir, yang kontraknya akan habis pada musim panas 2024, menjadi sorotan utama di tengah ketidakpastian perpanjangan kontraknya.
Meski Salah telah menyatakan minatnya untuk bertahan di Anfield, belum ada kesepakatan konkret antara pemain berusia 32 tahun itu dan manajemen Liverpool. Salah satu kendala utama diyakini adalah negosiasi gaji. Saat ini, Salah menerima 350 ribu paun (sekitar Rp 6,9 miliar) per pekan, menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di klub.
Namun, dengan kontribusi impresif Salah musim ini—21 gol dan 17 assist dari 29 pertandingan—nilai tersebut tampaknya sepadan. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyadari betul pentingnya peran Salah tidak hanya di lapangan, tetapi juga di ruang ganti.
"Saya berharap Mohamed Salah bertahan karena dia adalah penyerang terbaik di era modern," ujar Klopp dalam wawancara dengan Sky Sports Germany.
Klopp juga menyoroti kepribadian Salah yang dianggapnya sebagai panutan sempurna. "Dia pemain hebat, olahragawan luar biasa, manusia hebat, dan duta yang sempurna bagi negaranya," tambahnya.
Keputusan terkait masa depan Salah bisa menjadi momen krusial bagi Liverpool. Jika Salah pergi, klub tidak hanya kehilangan salah satu pemain terbaik dunia, tetapi juga ikon global yang telah membantu mengangkat reputasi klub selama bertahun-tahun.
Liverpool kini menghadapi tekanan untuk mempertahankan aset berharga mereka. Dengan waktu yang semakin mendekati tenggat, manajemen harus segera mencari solusi demi menjaga stabilitas tim dan ambisi mereka di level tertinggi. (net)