Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Bali Terparah dalam 10 Tahun: 9 Tewas, Ratusan Mengungsi

Editor Satu • Jumat, 12 September 2025 | 11:08 WIB

Bali lumpuh akibat banjir terparah dalam 10 tahun terakhir usai diguyur hujan ekstrem nonstop lebih dari 24 jam.
Bali lumpuh akibat banjir terparah dalam 10 tahun terakhir usai diguyur hujan ekstrem nonstop lebih dari 24 jam.

BALI, METRODAILY – Banjir besar melanda Pulau Bali setelah diguyur hujan ekstrem selama lebih dari 24 jam tanpa henti. Peristiwa ini disebut sebagai banjir terparah dalam satu dekade terakhir, menelan 9 korban jiwa, 2 orang masih hilang, serta memaksa evakuasi ratusan warga dan wisatawan asing.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir melanda enam kabupaten/kota di Bali, yakni Denpasar, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan. Status darurat bencana telah ditetapkan selama satu pekan ke depan.

“Awalnya status darurat bencana akan ditetapkan dua minggu, tapi setelah evaluasi cukup satu minggu,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Denpasar, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Curi Motor di Pabrik Sawit Simalungun, Ananda Prasetya Ditangkap di Sergai

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, banjir bandang ini dipicu intensitas hujan tinggi sejak Selasa (8/9), sungai yang meluap, saluran air tersumbat sampah, serta dampak pembangunan masif.

“Banjir kali ini adalah yang terparah dalam 10 tahun terakhir. Hampir seluruh wilayah Bali terendam. Bahkan ada rumah dua lantai tenggelam dengan ketinggian air mencapai 2–3 meter,” ungkap Teja.

Baca Juga: Banjir Bali, Nana Mirdad Pastikan Rumah Aman tapi Makam Anjingnya Hanyut

Bencana ini juga memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi ke tempat aman. Pemerintah pusat menegaskan status darurat tidak berarti Bali tidak mampu menangani, melainkan untuk mempercepat koordinasi bantuan lintas lembaga.

Warga berharap cuaca segera membaik dan aktivitas pulau pariwisata internasional itu kembali normal. (dtc)

Editor : Editor Satu
#banjir bali