Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bupati Tak Hadiri Paripurna Peringatan HUT Kubar ke-25, Ketua DPRD: Ini Masih Tanda Tanya Besar

Leo Sihotang • Selasa, 5 November 2024 | 09:37 WIB
Ketua DPRD Kubarx Ridwai memotong nasi tumpeng pada peringatan HUT Kubar ke-25, Senin (04/11/2024).
Ketua DPRD Kubarx Ridwai memotong nasi tumpeng pada peringatan HUT Kubar ke-25, Senin (04/11/2024).

KUBAR, METRODAILY- Bupati FX Yapan tidak menghadiri Rapat Paripurna Istimewa II Masa Sidang III Tahun 2024 DPRD Kubar, pada acara penyampaian Pidato Bupati terkait pencapaian pembangunan dalam rangka Peringatan HUT Kubar ke-25.

Bertempat diruang Sidang Utama DPRD Kubar, Sendawar, Senin (04/11/2024). Pidato capaian pembangunan Bupati FX Yapan dibacakan oleh Asisten I Setdakab Kubar, Faustinus Syadirahman.

Sebagai ucapan rasa syukur, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubar ke-25 ini dirangkai sederhana, dan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua DPRD Kubar, Ridwai.

Ketua DPRD Kubar diwawancarai Metrodaily mengaku, soal jadwal paripurna HUT Kubar ke-25, sebelumnya sudah dikordinaskan ke Pemkab Kubar. Namun ia belum mengetahui pasti, alasan Bupati FX Yapan tidak hadir dalam momen penting tersebut.

Ridwai sangat menyayangkan, momen penting seperti peringatan HUT Kubar ke-25, tidak dihadiri bupati. Harusnya, kata Politisi PDI Perjuangan ini, Bupati FX Yapan hadir dalam menyampaikan pidato menyambut HUT Kubar, hal itu sesuai Tata Tertib (Tatib) DPRD Kubar.

Lanjut Ridwai, Protokol Setdakab Kubar harusnya menyesuaikan jadwal DPRD dengan pemerintah. Sehingga, kalaupun ada kegiatan bupati, tidak bersamaan dengan momen peringatan HUT Kubar. Diakuinya, soal alasan ketidakhadiran Bupati FX Yapan, dirinya masih menyimpan tanda tanya besar.

"Dalam Tatib DPRD Kubar, tidak ada Asisten I Setdakab Kubar wajib menyampaikan pidatonya, itu tidak ada. Cuman saya selaku Ketua DPRD, ya kita memahami lah. Kalau kami mempertahankan ego dari DPRD, udah ga usah ada paripurna kalau gitu, tapi kami masih menghargai pemerintah," terangnya.(JN)

Editor : Leo Sihotang