KUBAR, METRODAILY- Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, H. Acong Syaiful Ahmad - Jainudin (AHJI), ikut bertarung di Pilkada Kutai Barat (Kubar) tahun 2024, bukan karena tekanan dari berbagai pihak dan kepentingan kroni.
Akan tetapi, AHJI maju mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Kubar, dikarenakan kebutuhan masyarakat. Rakyat yang menginginkan 'perubahan' dan pembangunan yang lebih cepat. Sehingga perekonomian masyarakat akan naik dengan signifikan.
"Kalau maju karena kepentingan, pasti rakyat akan susah bertemu dengan bupatinya. Ya itu, karena selalu banyak yang berkepentingan didalam pemerintah.Tapi AHJI mencalonkan diri sebagai bupati karena kebutuhan, dan untuk perubahan Kubar," ungkap Anggota DPRD Kubar Fraksi Golkar, Rosaliyen, Jumat (1/11/2024).
Menurut Rosaliyen, progam pemimpin-pemimpin Kabupaten Kubar sebelumnya sudah baik. Namun program kerja unggulan AHJI akan lebih baik kedepan, dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh karena itu, Roseliyen mengajak seluruh masyarakat, untuk memberi kesempatan kepada Paslon AHJI, menjadi pemimpin Kabupaten Kubar. AHJI akan membangun Kubar yang lebih cepat mulai dari RT ke Kota.
"Kita butuh perubahan, masyarakat butuh keperdulian dan kesejahteraan. Jadi semua itu akan terjadi, saat AHJI menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kubar. Ayo kita pilih dan coblos Paslon nomor urut 2, pada 27 November mendatang," pintanya.
Ditambahkan Rosaliyen, masyarakat harus bangga dengan Paslon AHJI, dimana setiap melaksanakan kampanye selalu didampingi istri. Paslon AHJI memiliki keluarga yang harmonis, saling mendukung dan penuh dengan kasih sayang.
"Ibu Hj. Santiana selalu setia mendampingi H. Acong kemana pun berkampanye. Ibu Santiana juga turun kelapangan, untuk mengetahui kebutuhan dan keluhan ibu-ibu Kabupaten Kubar. Jadi figur yang seperti itulah, yang dibutuhkan menjadi Ketua TP-PKK kedepan," terangnya.
Paslon AHJI memiliki Visi Kubar Cemerlang, yakni mewujudkan Kutai Barat yang sejahtera, maju dan tenteram, dengan pembangunan berkelanjutan, yang berlandaskan adat serta budaya lokal. (JN)
Editor : Leo Sihotang