PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026, 37 Inisiatif Dekarbonisasi

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:27 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyerahkan Platinum Award InTechSEA 2026 kepada PGN atas inovasi transformasi energi dan program dekarbonisasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyerahkan Platinum Award InTechSEA 2026 kepada PGN atas inovasi transformasi energi dan program dekarbonisasi.

Tekan Emisi 22 Ribu Ton CO₂e

JAKARTA., METRODAILY – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, meraih Platinum Award InTechSEA 2026 kategori Environment bidang Transformasi Energi.

Penghargaan ini diberikan atas inovasi teknologi PGN dalam mendukung transisi energi dan menekan dampak lingkungan.

Penghargaan diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026 yang digelar Universitas Hasanuddin di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Transaksi Jatim-Sumut Tembus Rp2,5 Triliun, Bobby Bidik Pasar UMKM Makin Luas

Mengusung tema “Collaborative Innovation for Sustainable and Inclusive Future”, InTechSEA 2026 menyoroti inovasi teknologi yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

PGN mencatat telah menjalankan 37 inisiatif dekarbonisasi di berbagai entitas perusahaan. Hingga Juni 2026, program tersebut diperkirakan menurunkan emisi sekitar 22 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan penghargaan tersebut menunjukkan inovasi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis.

“Bagi PGN, inovasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi harus dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata,” ujar Arief.

Baca Juga: Ronaldo Belum Putuskan Pensiun dari Timnas Portugal

Menurut dia, program dekarbonisasi PGN diarahkan untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan nilai bagi perusahaan maupun pelanggan.

Gas Bumi Jadi Penghubung Transisi Energi

Sebagai perusahaan midstream dan downstream gas bumi, PGN memperkuat peran gas bumi dalam proses transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Strategi itu dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, konektivitas jaringan, digitalisasi operasional, serta solusi energi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Baca Juga: Langgar Kode Etik, Jabatan Ketua Bawaslu Labuhanbatu Dicopot DKPP

PGN melayani sektor rumah tangga, komersial, industri, pembangkit listrik hingga transportasi darat. Penyaluran gas dilakukan melalui jaringan pipa, serta teknologi Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menjangkau wilayah yang belum terkoneksi jaringan pipa.

Konektivitas infrastruktur juga diperkuat melalui optimalisasi Pipa Transmisi Cirebon–Semarang (Cisem), Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG Hub, dan pengembangan infrastruktur LNG lainnya.

Penguatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pasokan sekaligus mengoptimalkan infrastruktur gas bumi yang telah tersedia.

PGN juga mulai menyiapkan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap sumber energi masa depan. Salah satunya melalui pengembangan injection point di Sumatera Selatan untuk mendukung penyaluran gas dari sumber alternatif seperti Coal Bed Methane (CBM) dan biomethane.

Baca Juga: UPTD Puskesmas Kampung Pajak Pengobatan Gratis di Persulukan Desa Meranti Omas

“Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam,” kata Arief.

Digitalisasi hingga 33.000 Kilometer Jaringan

Transformasi PGN juga ditopang digitalisasi pengelolaan infrastruktur. Perusahaan mengoperasikan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau dan mengendalikan jaringan gas secara real-time dari jarak jauh.

Integrasi data operasional tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi dan menjaga keandalan penyaluran gas kepada pelanggan.

Baca Juga: Perkuat Kompetensi Siswa, MAN 2 Labura Kunjungi Industri Perhotelan

Di sisi lingkungan, PGN mengintegrasikan mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan dengan aspek keselamatan serta keamanan melalui penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

PGN juga menjaga keandalan jaringan gas nasional yang membentang lebih dari 33.000 kilometer, termasuk jaringan transmisi dan distribusi serta berbagai fasilitas CNG dan LNG.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem distribusi energi untuk berbagai sektor pelanggan sekaligus mendukung perluasan pemanfaatan gas bumi di sejumlah wilayah.

“Upaya dekarbonisasi harus berjalan seiring dengan keandalan dan keselamatan operasional,” ujar Arief.

Ke depan, PGN akan memperkuat inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Optimalisasi infrastruktur, digitalisasi, serta pengembangan solusi gas bumi dan sumber energi masa depan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan keberlanjutan bisnis. (rel)

Editor : Editor Satu
pgn Platinum Award InTechSEA 2026 Dekarbonisasi Industri