BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome

Edi Saragih • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:11 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, didampingi para narasumber lainnya, saat memaparkan materi di Workshop Media, di Cimahi, Rabu (16/9/2026).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, didampingi para narasumber lainnya, saat memaparkan materi di Workshop Media, di Cimahi, Rabu (16/9/2026).

CIMAHI,METRODAILY - BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC). 

Pendekatan tersebut menempatkan hasil kesehatan (health outcomes) dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai bagian penting dalam upaya menciptakan nilai bagi peserta JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan transformasi layanan diperlukan untuk menjawab tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pembiayaan Program JKN memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi peserta.

Menurutnya, keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam membiayai pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan memastikan pelayanan yang diberikan menghasilkan outcome kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Baca Juga: Ahli Waris Korban Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

“Tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan terlihat dari tingginya pembiayaan di rumah sakit,” ujar Prihati dalam kegiatan yang membahas transformasi layanan jantung berbasis outcome di Cimahi, Rabu (16/9/2026).

Dalam pendekatan Value-Based Health Care, pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai berdasarkan banyaknya tindakan medis yang diberikan, tetapi juga berdasarkan hasil kesehatan yang diperoleh peserta serta efisiensi biaya dalam keseluruhan proses pelayanan.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk mendorong pelayanan yang semakin berorientasi pada kualitas dan hasil kesehatan peserta JKN. Khusus pada layanan jantung, pendekatan berbasis outcome diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pelayanan sekaligus mendukung pengelolaan pembiayaan kesehatan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan secara daring melalui Zoom. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran BPJS Kesehatan di daerah untuk mengikuti perkembangan transformasi layanan dan implementasi pendekatan berbasis outcome dalam Program JKN.

Baca Juga: Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tetap Berhak Menerima Bansos dari Pemerintah

Melalui transformasi layanan kesehatan tersebut, BPJS Kesehatan terus mendorong agar penyelenggaraan Program JKN tidak semata berfokus pada pembiayaan pelayanan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh manfaat kesehatan yang terukur dan berkelanjutan.(Rif)

 

Editor : Edi Saragih
bpjs bpjs kesehatan