JAKARTA, METRODAILY – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjamin guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada 2027.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan pendataan guru PPPK paruh waktu sebagai bagian dari persiapan perubahan status tersebut.
“Jadi tahun ini kita sedang mendata untuk tahun 2027 nanti guru-guru PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Sudah kita terima informasinya, sudah ada anggarannya untuk peningkatan kesejahteraan melalui perubahan status dari paruh waktu menjadi penuh waktu,” ujar Mu'ti di Jakarta Pusat, kemarin.
Baca Juga: Pertalite Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Tetap Rp10.000 per Liter
Guru di Daerah Kekurangan
Selain perubahan status PPPK paruh waktu, pemerintah juga menyiapkan pengangkatan guru menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), khususnya untuk daerah dan sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik.
Mu'ti mengatakan kebutuhan guru di sejumlah daerah masih cukup besar sehingga pengangkatan baru diperlukan untuk mengisi kekurangan tersebut.
“Kemudian nanti juga akan ada pengangkatan guru-guru CPNS untuk daerah-daerah yang kekurangan, karena memang masih banyak daerah dan sekolah yang kekurangan guru,” ucapnya.
Baca Juga: Nyaris Tawuran di Dolok Silau, 13 Remaja dan 3 Kelewang Diamankan
Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan
Di sisi lain, Mu'ti menyebut pemerintah telah merevitalisasi 71.744 satuan pendidikan sepanjang 2026, bahkan jumlahnya disebut masih dapat bertambah.
Sebagian revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh sekolah. Menurut Mu'ti, pola tersebut membuat biaya pembangunan lebih efisien sekaligus memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.
“Jadi biayanya lebih murah karena dikerjakan sendiri oleh sekolah. Yang kedua, pekerjaannya lebih bagus karena mereka mengerjakan sendiri, jadi mereka melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya,” kata Mu'ti.
Menurut dia, pembangunan secara swakelola juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Material pembangunan pun dibeli dari daerah sehingga ikut menggerakkan ekonomi lokal.
Baca Juga: Arsenal Tumbangkan Sunderland 2-0, Bruno dan Bukayo Cetak Gol
“Termasuk yang keempat itu juga ikut menggerakkan ekonomi karena material untuk pembangunan dikerjakan di daerah itu sehingga mereka belanja juga dari daerah setempat. Kemudian yang kelima, itu banyak yang sekolah-sekolah itu juga mendapatkan dukungan dari swadaya masyarakat,” imbuhnya. (kdc)
Editor : Editor Satu