Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut 1.000 Rumah Murah, Lahan Disiapkan Negara

Editor Satu • Selasa, 7 April 2026 | 05:00 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan pers usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan rumah murah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4).
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan pers usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan rumah murah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4).

JAKARTA, METRODAILY - Pemerintah mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan menggandeng sektor swasta dalam skema kolaborasi pembiayaan dan konstruksi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, percepatan program ini mendapat dukungan penuh dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden, dan ada dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat,” ujar Maruarar dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4).

Baca Juga: Stok Beras RI Tembus Puluhan Juta Ton, Mentan Klaim Aman 11 Bulan Hadapi El Nino Godzilla

Pemerintah memprioritaskan pemanfaatan aset negara di lokasi strategis untuk pembangunan hunian, khususnya lahan milik badan usaha milik negara (BUMN). Salah satu yang disasar adalah lahan di bantaran rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia.

Dalam implementasinya, pemerintah juga menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu komitmen datang dari Astra International yang siap membangun 1.000 unit rumah susun.

“Kemudian, di beberapa lokasi kami juga mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan. Misalnya dari Astra, yang sudah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun,” kata Maruarar.

Baca Juga: SPPG Balimbingan 2 Gelar Makan Prasmanan di SD Afd C Balimbingan

Dalam skema tersebut, pemerintah akan menyediakan lahan, sementara pihak swasta bertanggung jawab atas pembangunan hingga selesai, sebelum diserahkan kepada negara.

“Jadi, lahannya akan kami siapkan, kemudian yang membangun nanti Astra, dan setelah itu diserahkan kepada negara,” ujarnya.

Maruarar menegaskan, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan rakyat secara masif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Siswa MAN IC Tapsel Lolos UGM Tanpa Tes Meski Terkendala Ekonomi

Selain dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), program ini juga melibatkan berbagai sumber pembiayaan lain, termasuk dana investasi seperti Danantara serta kontribusi yayasan dan sektor privat.

“Gotong royong terjadi, ada APBN, ada Danantara, juga ada swasta dan yayasan, agar bisa bekerja dengan cepat,” pungkasnya. (Rel)

Editor : Editor Satu
#rumah murah #astra