Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Program Makan Bergizi Gratis Dipangkas Jadi 5 Hari, Pemerintah Klaim Hemat Rp20 Triliun

Editor Satu • Kamis, 2 April 2026 | 07:45 WIB
Pelajar menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis, yang kini disalurkan lima hari dalam sepekan sesuai kebijakan baru pemerintah.
Pelajar menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis, yang kini disalurkan lima hari dalam sepekan sesuai kebijakan baru pemerintah.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan penyaluran hanya lima hari dalam sepekan.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3).

Menurut Airlangga, penyesuaian dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran negara.

“Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41%, Harga Ayam dan Telur Jadi Pemicu Utama

Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), kawasan dengan prevalensi stunting tinggi, serta sekolah berasrama yang tetap mendapat distribusi penuh.

Airlangga menyebut langkah ini berpotensi menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp20 triliun. Efisiensi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Potensi penghematan mencapai Rp20 triliun dan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien dan produktif,” katanya.

Baca Juga: Forkopimda Menyapa di Siantar Utara, Tampung Keluhan Warga

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan penyaluran MBG juga menyesuaikan dengan hari aktif sekolah.

Menurutnya, siswa hanya akan menerima MBG saat hadir di sekolah. Dengan mayoritas sekolah menerapkan lima hari belajar, maka distribusi program mengikuti pola tersebut.

“Jika sekolah lima hari, maka MBG diberikan lima hari. Namun jika ada sekolah enam hari, maka diberikan enam hari sesuai kehadiran siswa,” jelas Dadan.

Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga tujuan utama program, yakni meningkatkan asupan gizi anak, sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#program mbg