Data Bencana Sumatera: 303 Tewas, Ribuan Terisolasi—Akses Lumpuh Total di 3 Provinsi
Editor Satu• Selasa, 31 Maret 2026 | 12:50 WIB
Evakuasi korban dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di tengah kondisi longsor parah.
JAKARTA, METRODAILY – Bencana hidrometeorologi besar melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera—Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat—dengan total korban meninggal dunia mencapai 303 jiwa hingga hari ketiga masa tanggap darurat.
Operasi penanganan darurat dipimpin langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta ribuan relawan.
Fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembukaan akses yang terputus akibat longsor dan banjir.
Wilayah Sumatera Utara menjadi daerah terdampak terparah dengan 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih hilang.
Daerah dengan kerusakan paling signifikan meliputi:
Kabupaten Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Selatan
Kota Sibolga
Lonjakan korban terjadi signifikan dalam satu hari terakhir seiring intensifnya operasi pencarian.
Ribuan warga mengungsi setelah rumah rusak dan jalur transportasi terputus. Jalur vital seperti Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung lumpuh total akibat longsor.
Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau sekitar 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di:
Kota Padang
Kabupaten Pesisir Selatan
Distribusi logistik mulai berjalan meski terkendala akses. Bantuan masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau dan disalurkan ke wilayah terdampak.
Dengan banyaknya jalur darat terputus, distribusi bantuan kini mengandalkan jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat ringan.
BNPB menegaskan:
Pembukaan akses menjadi prioritas utama
Pendataan korban terus diperbarui
Logistik harus menjangkau seluruh titik terdampak
“Operasi ini tidak mudah, tetapi harus dipercepat untuk menyelamatkan lebih banyak warga,” tegas Suharyanto. (net)