Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

101 Sekolah Rakyat Siap Dibuka Juli 2026, Anak Miskin Ekstrem Dapat Asrama Gratis

Editor Satu • Kamis, 26 Maret 2026 | 16:00 WIB

 

M. Qodari menyampaikan target penyelesaian 101 Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 20262027.
M. Qodari menyampaikan target penyelesaian 101 Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 20262027.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan dengan merampungkan 101 Sekolah Rakyat permanen pada Juni 2026.

Program ini ditujukan khusus bagi anak dari keluarga miskin ekstrem agar bisa mengakses pendidikan gratis berbasis asrama mulai tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, menyatakan seluruh pembangunan tahap kedua berjalan sesuai target dan dituntaskan paling lambat 20 Juni 2026.

“Sekolah-sekolah ini akan langsung digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Salah Cabut Lebih Cepat, Liverpool Siapkan 4 Winger Pengganti—Siapa Paling Realistis?

Berbeda dari sekolah konvensional, Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan terpadu berbasis asrama.

Siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga fasilitas lengkap secara gratis, mulai dari tempat tinggal, layanan kesehatan, hingga sarana pembelajaran digital.

Setiap sekolah ditargetkan menampung sekitar 1.080 siswa per tahun, dengan prioritas utama berasal dari keluarga desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sebaran Nasional, Fokus Daerah Tertinggal

Dari total target awal 104 sekolah, sebanyak 101 unit dipercepat penyelesaiannya. Tiga lokasi lainnya—di Malang, Lampung Selatan, dan Aceh Singkil—akan dibangun pada tahap lanjutan Oktober 2026.

Baca Juga: MU ‘Menghilang’ 3 Pekan! Libur Panjang Jadi Senjata Carrick Pantau Akademi

Sebaran pembangunan mencakup:

  • Jawa: 40 lokasi
  • Sumatra: 26 lokasi
  • Kalimantan: 12 lokasi
  • Sulawesi: 16 lokasi
  • Bali–Nusa Tenggara: 3 lokasi
  • Maluku: 4 lokasi
  • Papua: 3 lokasi

Distribusi ini menegaskan fokus pemerintah pada pemerataan akses pendidikan, terutama di wilayah tertinggal dan kepulauan.

Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Selain berdampak pada sektor pendidikan, proyek ini juga mendorong ekonomi. Pembangunan tahap kedua menyerap sekitar 58 ribu tenaga konstruksi dan akan membuka 5.200 lapangan kerja baru bagi tenaga pendidik saat operasional dimulai.

Baca Juga: Rutan Kabanjahe Siapkan Tes Urine Massal Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan

Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, bekerja sama dengan BUMN karya dan sektor swasta.

Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Dengan sistem berasrama dan dukungan penuh negara, anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing. (rel)

Editor : Editor Satu
#sekolah gratis #Sekolah Rakyat