Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

99% Pengungsi Bencana Sumatra Keluar dari Tenda, Pemerintah Genjot Huntap untuk Wilayah Terpencil

Editor Satu • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:50 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kiri) yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Mendagri Tito Karnavian (kiri) yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah menyatakan hampir seluruh pengungsi bencana di Sumatera telah keluar dari tenda darurat. Sebanyak 99 persen lebih kini sudah menempati perumahan sementara (huntara), sementara sisanya terkendala akses dan faktor sosial.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan data terbaru, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda hanya sekitar 171 orang dari total awal 2,1 juta jiwa.

"Artinya sekitar 99,96 persen sudah tidak lagi di tenda. Tapi kami belum pernah mengklaim 100 persen," kata Tito.

Baca Juga: MU 'Menghilang' 3 Pekan! Libur Panjang Jadi Senjata Carrick Pantau Akademi

Kendala Akses hingga Penolakan Huntara

Sisa pengungsi yang belum berpindah disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Akses sulit di wilayah pedalaman (sekitar 26 orang)
  • Penolakan pindah ke huntera (sekitar 17 orang)

Untuk kasus penolakan, pemerintah mengambil langkah alternatif dengan membangun perumahan tetap (huntap) langsung bagi warga tersebut.

Di wilayah Aceh Tamiang , tercatat masih ada 26 kepala keluarga (96 jiwa) yang bertahan di tenda akibat medan yang sulit dijangkau.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan solusi percepatan pembangunan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Rutan Kabanjahe Menyiapkan Tes Urine Massal Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan

Huntap Dipercepat, Meski Belum Masuk Fase Rehabilitasi

Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan pembangunan perumahan tetap sudah dimulai lebih awal, meski secara prosedur seharusnya dilakukan pada fase rehabilitasi mulai April 2026.

Langkah ini diambil karena mendesaknya kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

“Masyarakat ingin segera memiliki hunian tetap, sehingga pembangunan sudah kami mulai sejak masa transisi,” tegasnya.

Pemerintah kini mencapai penyelesaian total relokasi pengungsi dengan pendekatan:

  • Percepatan pembangunan huntap
  • Pembukaan akses wilayah terlindungi
  • Pendekatan sosial bagi warga yang menolak relokasi

Langkah ini menjadi bagian dari pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (rel)

Editor : Editor Satu
#pengungsi bencana #bencana sumatra