Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, saat ini pemerintah mengalihkan fokus ke wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif.
“Sekitar 73 persen sudah normal. Yang mendekati normal sekitar 6 persen, dan yang masih perlu perhatian khusus ada 11 daerah atau sekitar 21 persen,” ujar Tito, Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Deadline Tinggal 7 Hari! Usulan Formasi CPNS–PPPK 2026 Ditutup 31 Maret
Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Tito menegaskan seluruh sumber daya kini difokuskan ke 11 daerah prioritas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Aceh: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah
- Sumut: Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara
- Sumbar: Agam, Padang Pariaman
- Tambahan: wilayah prioritas lain dalam proses percepatan
Indikator Pemulihan Meluas
Pemulihan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga fungsi layanan publik dan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: BMKG Deteksi 15 Titik Panas di Sumut, Simalungun Masuk Zona Waspada Karhutla
Menurut Tito:
- Jalan nasional sudah 100% fungsional
- Jembatan nasional sudah dapat dilalui, meski sebagian masih sementara
- Rumah sakit dan puskesmas mulai beroperasi normal
- Aktivitas ekonomi kembali bergerak, ditandai pasar yang sudah buka
Dalam aspek kemanusiaan, jumlah pengungsi turun tajam dari sekitar 2,1 juta jiwa menjadi hanya 173 jiwa atau 47 kepala keluarga.
“Ini penurunan yang sangat signifikan dibanding awal Desember,” kata Tito.
Bantuan dan Hunian Terus Dikebut
Pemerintah menyiapkan dua skema bantuan bagi warga terdampak:
- Hunian sementara (huntara)
- Dana tunggu hunian (DTH) Rp600 ribu/bulan selama 3 bulan
Baca Juga: Lonjakan Saat Lebaran! 64.283 Kendaraan Serbu Tol Sinaksak, Trafik Naik Hampir 200%
Untuk kerusakan rumah, bantuan diberikan:
- Rp15 juta (rusak ringan)
- Rp60 juta (rusak berat)
Tantangan Tersisa: Infrastruktur dan Sungai
Meski progres positif, sejumlah sektor masih menjadi perhatian, terutama:
- Infrastruktur jalan daerah
- Sektor pendidikan
- Normalisasi sungai akibat sedimentasi
“Sungai ini butuh waktu panjang karena jumlahnya banyak,” ujar Tito.
Pemerintah menargetkan 11 daerah prioritas segera menyusul pulih dengan dukungan penuh lintas kementerian dan lembaga. (dtc)