Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Lebih Kering, Sebagian Sumut Masuk Zona Rawan

Editor Satu • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:10 WIB

 

Suhu udara - Ilustrasi.
Suhu udara - Ilustrasi.

JAKARTA, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat, berlangsung lebih panjang, dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun 2025.

Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk sebagian Sumatera Utara (Sumut), masuk kategori zona musim di bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan awal musim kemarau tahun ini diperkirakan dimulai pada April 2026 di 114 zona musim (ZOM) dan akan meluas secara bertahap pada Mei hingga Juni.

“Diprediksi di sebagian besar wilayah Indonesia datangnya lebih maju dan akan lebih panjang. Secara umum, tahun 2026 relatif lebih kering dibandingkan 2025,” ujar Teuku Faisal dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).

Menurut BMKG, kondisi ini menunjukkan pergeseran awal musim kemarau yang lebih cepat dari normal klimatologis. Selain itu, karakter musim kemarau tahun ini didominasi kondisi normal hingga di bawah normal.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci sebanyak 451 zona musim diprediksi mengalami sifat kemarau di bawah normal atau lebih kering, sementara 245 zona musim lainnya berada pada kategori normal.

“Kondisi yang perlu diwaspadai adalah daerah-daerah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal,” kata Ardhasena.

Wilayah yang diprakirakan mengalami kemarau lebih kering dari normal meliputi Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, serta sebagian Pulau Jawa.

Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, sebagian besar Bali dan Nusa Tenggara Barat juga diprediksi mengalami kondisi serupa, termasuk sebagian Nusa Tenggara Timur.

Sementara di Kalimantan, wilayah terdampak mencakup Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Potensi kemarau lebih kering juga diprediksi terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo bagian tengah, serta Sulawesi Utara.

Untuk kawasan Indonesia timur, sebagian besar Maluku dan Maluku Utara, serta wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, sebagian kecil Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan turut berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, krisis air bersih, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau 2026. (Kdc)

 

Editor : Editor Satu
#bmkg #musim kemarau