Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

MBG Ramadan Dievaluasi Total: Kantong Plastik Dihapus, Menu Kacang Diganti Telur

Editor Satu • Jumat, 27 Februari 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan sesuai jadwal resmi selama Ramadan 2026.
Ilustrasi paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan sesuai jadwal resmi selama Ramadan 2026.

METRODAILY - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Evaluasi mencakup kemasan, komposisi menu, hingga transparansi perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan langkah tersebut diambil sebagai respons atas sorotan publik terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah daerah.

Evaluasi dibahas dalam rapat koordinasi bersama mitra dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar secara daring pada Selasa, 24 Februari 2026.

Baca Juga: Tas Toke Toko Makassar Digondol Maling, Kerugian Rp11 Juta

“Kami ingin memastikan pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2).

BGN meminta seluruh mitra menghentikan penggunaan kantong plastik sederhana sebagai kemasan utama.

Makanan kini harus dikemas dalam wadah yang lebih representatif dan higienis, serta mampu menjaga kualitas hingga diterima penerima manfaat.

Setiap SPPG juga diminta menyediakan vacuum sealer untuk memperpanjang daya tahan makanan dan menjaga keamanan pangan selama distribusi.

Baca Juga: Rumah Dinas Penjaga Sekolah Ludes Terbakar, Pemkab Simalungun Serahkan Bantuan

Evaluasi juga menyasar komposisi bahan pangan. Dadan meminta menu berbasis kacang diganti dengan telur tanpa mengurangi nilai gizi.

Pertimbangannya, harga kacang relatif lebih mahal dibanding telur. Selain itu, telur dinilai memiliki citra protein yang lebih baik dan lebih mudah diterima masyarakat.

BGN menegaskan perubahan ini tetap harus mengacu pada standar AKG yang telah ditetapkan.

Pagu Anggaran Rp8.000–Rp10.000 per Porsi

BGN menetapkan pagu harga bahan baku sebesar Rp8.000 per porsi untuk balita hingga siswa SD kelas 3. Sementara kelompok lainnya dialokasikan Rp10.000 per porsi.

Baca Juga: Liswati Sambangi Penderita Hydrocephalus di Siantar Utara

Angka tersebut dapat disesuaikan dengan indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost. Setiap SPPG diwajibkan menyusun penjelasan rinci mengenai komposisi menu, AKG, serta harga bahan baku secara terbuka.

BGN juga menginstruksikan agar mitra tidak memaksakan penggunaan bahan baku yang kualitasnya menurun.

Jika ditemukan bahan tidak layak, distribusi dapat ditunda dan diganti pada hari berikutnya.

“Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu,” tegas Dadan.

Baca Juga: Aplikasi Horor Tembus 1 Juta Unduhan, Demian–Sara Wijayanto Klaim Terbesar

Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan sesuai standar selama Ramadan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#badan gizi nasional #Mbg #MBG Ramadan