Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 Disebut Terlama, Medan Jadi Salah Satu Wilayah Terdampak

Editor Satu • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:20 WIB
Gerhana matahari pada 8 April 2024.
Gerhana matahari pada 8 April 2024.

JAKARTA, METRODAILY – Fenomena alam Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027 disebut sebagai salah satu gerhana terlama di abad ke-21.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), durasi gerhana total ini diperkirakan berlangsung selama 6 menit 23 detik.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menjelaskan bahwa saat puncak gerhana terjadi, wilayah yang dilintasi jalur totalitas akan mengalami kondisi gelap sesaat pada siang hari.

“Secara teknis, Gerhana Matahari 2 Agustus 2027 adalah salah satu yang terlama, tetapi bukan yang paling lama di seluruh abad ke-21,” ujar Setyoajie, Minggu (18/1).

Menurutnya, rekor gerhana matahari total terlama di abad ini masih dipegang oleh fenomena yang terjadi pada 22 Juli 2009, dengan durasi 6 menit 39 detik.

Meski demikian, Gerhana Matahari Total 2027 kerap dijuluki sebagai “Eclipse of the Century” atau gerhana abad ini.

Julukan tersebut muncul karena durasi gerhana yang lebih dari enam menit dan lintasan totalitasnya yang melewati daratan luas serta mudah diakses oleh manusia.

“Gerhana tahun 2027 dijuluki ‘Eclipse of the Century’ karena melintasi wilayah daratan yang sangat luas dan dapat disaksikan banyak orang, sehingga dianggap sebagai fenomena sekali seumur hidup,” jelas Setyoajie.

BMKG menyebutkan, hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang berpotensi menyaksikan fenomena tersebut.

Beberapa daerah yang memungkinkan mengamati gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jakarta.

Namun, tingkat keterlihatan gerhana di Indonesia sangat bervariasi. Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, gerhana akan terlihat lebih signifikan dibandingkan daerah lain.

Di Kota Medan, tingkat penutupan matahari (obscuration) diperkirakan mencapai sekitar 37 persen.

Sementara itu, di Jakarta, gerhana diprediksi sangat tipis, dengan tingkat penutupan kurang dari 1 persen, dan terjadi bertepatan dengan waktu matahari terbenam sekitar pukul 17.52 WIB.

Kondisi tersebut membuat fenomena ini sulit diamati tanpa alat bantu dan ufuk barat yang benar-benar bersih.

Adapun masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur dipastikan tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari 2027.

Pasalnya, saat gerhana mencapai puncaknya, kawasan tersebut telah memasuki waktu malam hari. (Net)

Editor : Editor Satu
#bmkg #gerhana matahari total