Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bantuan Pangan di Sumatera Masih Tertahan, Mentan Perintahkan Percepatan

Editor Satu • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:10 WIB

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin koordinasi percepatan distribusi bantuan pangan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin koordinasi percepatan distribusi bantuan pangan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

JAKARTA, METRODAILY – Distribusi bantuan pangan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih menghadapi hambatan serius.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tim darurat sudah bergerak cepat, termasuk menembus daerah terisolir menggunakan helikopter.

“Penyaluran ke daerah-daerah terisolir menggunakan helikopter. Tim kami sudah bergerak,” ujar Amran dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan realisasi bantuan pangan kemanusiaan yang masih timpang antarwilayah hingga 10 Desember 2025.

Baca Juga: Tangis di Tengah Bencana: Kisah Bayi yang Lahir di Pengungsian Tapanuli Tengah

Di Aceh, dari total alokasi 16.289 ton bantuan pangan bencana, realisasi baru mencapai 21 persen. Beberapa daerah sudah 100 persen tersalurkan, tetapi wilayah seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang mencatat realisasi di bawah 50 persen.

Bantuan reguler di provinsi itu juga baru menyentuh 32 persen, dengan sejumlah daerah masih berada pada tingkat sangat rendah, termasuk Bireuen, Aceh Timur, dan Simeulue.

Kondisi serupa terjadi di Sumatera Utara. Dari 6.527 ton alokasi bantuan pangan bencana, baru 40 persen yang tersalurkan. Daerah dengan realisasi rendah antara lain Batu Bara (31 persen) dan Tapanuli Selatan (21 persen).

Baca Juga: Tambang Ilegal Beroperasi di Kebun PTPN IV Balimbingan, Polisi Lakukan Penggerebekan

Bantuan reguler pun masih tersendat dengan realisasi 32 persen, sementara sejumlah daerah seperti Tapanuli Utara, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan mencatat realisasi nyaris 0 persen.

Di Sumatera Barat, penyaluran bantuan bencana relatif lebih cepat dengan realisasi 93 persen. Namun distribusi bantuan reguler juga menunjukkan ketimpangan. Solok hanya mencapai 17 persen, sementara Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan berada di bawah 70 persen.

Untuk mempercepat distribusi, Mentan menugaskan dua pejabat eselon I ke Aceh dan Sumatera Utara. Seluruh Unit Pelaksana Teknis di wilayah terdampak juga diperintahkan memperkuat operasi darurat.

Baca Juga: Banjir Serbelawan Dipicu Sampah dan Sisa Replanting Kayu Perkebunan

“Kami tugaskan Sumut kepada Pak Ali Jamil dan Deputi I Pak Ketut. Sumbar kepada Kepala SDM dan Brigjen Hermawan,” kata Amran.

Ia menegaskan para pejabat dipersilakan kembali ke Jakarta hanya bila tugas lapangan telah berjalan stabil, namun seluruh direktur jenderal diminta memperkuat komando penanganan darurat.

Kementan memastikan percepatan distribusi tetap menjadi prioritas utama dalam beberapa hari ke depan untuk mencegah kekosongan pangan di wilayah terdampak. (jp)

 

 
Editor : Editor Satu
#bencana Sumatera #bantuan pangan