Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hutama Karya Gerak Cepat Bangun Akses & Hunian Pengungsi di Sumut–Aceh–Sumbar

Editor Satu • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:30 WIB

Hutama Karya kirim bantuan bencana di Sumut–Aceh–Sumbar.
Hutama Karya kirim bantuan bencana di Sumut–Aceh–Sumbar.

Posko Dibuka, Tol Dibantu Difungsikan

 

JAKARTA, METRODAILY – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat sejak akhir November menjadi fokus penanganan cepat PT Hutama Karya (Persero) melalui program HK Peduli.

Setelah mengirim logistik dan alat berat ke Sumbar, Hutama Karya kini memperluas bantuan ke wilayah terdampak di sekitar Ruas Tol Binjai–Langsa, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Kuala Tanjung, Sibolga, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, serta sejumlah titik pengungsian di Aceh.

Bantuan mencakup operasional posko, penyaluran logistik, mobilisasi alat berat, hingga pembangunan infrastruktur darurat.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk solidaritas nasional sekaligus komitmen BUMN untuk hadir di tengah bencana.

“Lewat program HK Peduli, Hutama Karya berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan memulihkan akses agar transportasi kembali lancar,” ujarnya.

Diperkuat dengan Infrastruktur Darurat

Pemerintah bersama BUMN mengatur pembagian peran untuk mempercepat penanganan bencana. Di Sumatera Utara, bantuan difokuskan ke Langkat, Medan, Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Kuala Tanjung, Sibolga, dan Tapanuli Tengah.

Sementara di Aceh, dukungan diarahkan ke Pidie Jaya, Bireuen, hingga Peudada, termasuk sejumlah posko yang menjadi tumpuan pengungsi.

Selain menyalurkan bantuan ke permukiman, Hutama Karya juga mengoptimalkan proyek infrastruktur agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan.

Berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), HK mengoperasikan secara fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) mulai 6 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 demi melancarkan distribusi bantuan dan mempercepat mobilitas kendaraan tanggap darurat.

Posko Evakuasi dan Hunian Sementara di Langkat

Sebagai pusat penanganan awal di Sumut, Hutama Karya mengoperasikan posko evakuasi di Rest Area KM 41 B Ruas Tol Binjai–Langsa, Kabupaten Langkat, sejak 26 November hingga 5 Desember 2025.

Posko dilengkapi aula, tujuh dapur umum, ruang kesehatan, ruang laktasi, serta kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Fasilitas ini menampung ratusan pengungsi dari desa sekitar.

Operasional posko melibatkan BPBD, TNI/Polri, dan pemerintah daerah, termasuk pembersihan fasilitas umum tiga kali sehari untuk menjaga sanitasi. Layanan kesehatan diberikan oleh tim medis gabungan yang menyediakan obat-obatan, pemeriksaan dasar, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dari posko ini, Hutama Karya dan entitas anak perusahaan seperti HKI, HKA, Hamawas, dan HPSL menyalurkan bahan pokok, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan bayi, dan paket kebersihan keluarga.

Penyaluran dilakukan berskala, sesuai data pengungsi dan koordinasi dengan posko resmi di wilayah sekitar tol.

Logistik dan Infrastruktur Darurat untuk Aceh

Sejak akhir November, HK Peduli mendistribusikan bantuan dasar ke desa-desa terdampak banjir dan longsor di Aceh. Pada Kamis (4/12), bantuan diserahkan kepada Pemerintah Desa Tijien Husein di Pidie Jaya dan Desa Meunasah Pulo di Bireuen oleh Project Director Jalan Tol Sigli–Banda Aceh, Slamet Sudradjat.

Untuk skala provinsi, HK menyalurkan ratusan bahan pokok, kasur lipat, selimut, dan kebutuhan harian melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) I untuk memperkuat kapasitas posko.

Perusahaan juga menyiapkan jembatan bailey dan alat berat di beberapa titik akses sesuai koordinasi BPBD Aceh.

Di Ruas Tol Binjai–Langsa, pengungsi bernama Ahmad Syarif (38), warga Desa Harapan Makmur, menceritakan bagaimana air naik menjelang dini hari.

“Kami bangun-bangun air sudah hampir masuk ke tempat tidur. Yang penting selamatkan anak-anak dulu,” katanya. Ia berharap alat berat dan jembatan darurat dapat segera membuka kembali jalur antardesa agar sekolah dan aktivitas ekonomi kembali berjalan.

Dari Pidie Jaya, Nur Aini (34) mengatakan bantuan HK Peduli sangat membantu kebutuhan dasar keluarganya.

“Setidaknya kami tidak terlalu khawatir soal makan anak dan kebutuhan harian di posko. Yang kami tunggu jalan dan jembatan cepat normal supaya ekonomi kampung hidup lagi,” ujarnya. (rel)

Editor : Editor Satu
#bantuan bencana #hutama karya