Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BNPB: Sepanjang 2025 Terjadi 2.900 Bencana, Tak Ada Daerah Bebas Risiko

Editor Satu • Rabu, 5 November 2025 | 09:50 WIB
Bencana banjir dan longsor landa beberapa tempat di Kabupaten Padang Lawas hingga menelan korban, Sabtu (23/11).
Bencana banjir dan longsor landa beberapa tempat di Kabupaten Padang Lawas hingga menelan korban, Sabtu (23/11).

KEBUMEN, METRODAILY – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.900 kejadian bencana terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak awal tahun hingga 4 November 2025. Artinya, rata-rata 15–20 bencana terjadi setiap hari.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan angka tersebut saat meresmikan jembatan rehabilitasi di Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Senin (4/11).

“Per hari ini, 4 November 2025, BNPB mencatat sudah ada 2.900 bencana di seluruh Indonesia. Kalau dirata-ratakan hampir 15 sampai 20 kali bencana per hari,” ujar Suharyanto.

Ia menegaskan, dari total 514 kabupaten/kota, tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang bebas dari risiko bencana. Lebih dari 150 daerah termasuk kategori risiko tinggi, sisanya risiko sedang — termasuk Kabupaten Kebumen.

“Tidak ada yang risikonya rendah. Lebih dari 150 termasuk tinggi, termasuk Kebumen,” katanya.

Dalam dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Grobogan, Pati, dan Demak dilanda banjir.

Kondisi mulai surut setelah dilakukan penanganan darurat. Suharyanto juga menyoroti banjir parah di Kabupaten Bekasi dan banjir bandang di Papua yang menyebabkan 15 korban meninggal.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan bencana berada pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat selesai.

“Tanggap darurat itu mudah, satu sampai dua minggu biasanya selesai. Tapi yang berat adalah pascabencananya: memperbaiki infrastruktur, rumah warga, dan sarana publik,” ungkapnya.

Ia memastikan pemerintah pusat siap mendukung perbaikan infrastruktur pascabencana. Salah satunya melalui pembangunan jembatan di Desa Weton Kulon yang ia resmikan bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

“Silakan ajukan usulan perbaikan infrastruktur. Bisa ditangani lewat hibah rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB,” tegasnya. (Kdc)

Editor : Editor Satu
#bnpb #bencana #Rehabilitasi Pascabencana #risiko bencana