“Ya mudah-mudahan, insya Allah sebelum 10 November nanti, dari nama-nama itu akan dipilih beberapa nama,” kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa (28/10).
Baca Juga: PWI Siantar Gelar UKW Angkatan 71, Cetak Wartawan Profesional dan Berintegritas
Menurut Gus Ipul, tahun ini sebanyak 40 tokoh diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Beberapa nama besar yang kembali mencuat di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah.
“Sebagian besar nama sebenarnya sudah diusulkan sejak lima hingga sepuluh tahun lalu, termasuk Soeharto dan Gus Dur. Namun baru tahun ini seluruh persyaratannya lengkap,” jelasnya.
Baca Juga: Kapolres Sah Udur Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di MTsN Siantar
Gus Ipul menuturkan, sejumlah usulan sebelumnya tertunda karena belum memenuhi aspek administratif maupun kajian historis yang menjadi dasar penetapan gelar. Kini, semua syarat telah dilengkapi dan sedang dalam proses penilaian akhir oleh Dewan Gelar.
“Dulu masih ada hambatan tentang syarat formal, jadi tertunda. Tapi tahun ini semuanya sudah terpenuhi,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebelum diajukan ke presiden, Kemensos terlebih dahulu melakukan penelitian dan pengkajian mendalam melalui tim ahli lintas disiplin.
Baca Juga: Disdukcapil Simalungun dan RS Efarina Etaham Teken Kerja Sama Layanan Kependudukan
“Nama-nama itu kami ajukan setelah melalui tim pengkajian yang sudah bekerja berkali-kali dengan melibatkan akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat,” tutur Gus Ipul.
Proses seleksi calon Pahlawan Nasional, lanjutnya, melibatkan berbagai pihak agar penilaian berlangsung objektif dan berimbang.
“Kami ingin keputusan ini benar-benar mencerminkan kontribusi nyata para tokoh bagi bangsa,” tegasnya.
Rencananya, nama-nama yang lolos akan diumumkan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2025. (jp)