Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Purbaya Sikat Mafia Rojer, Siap Tangkap Penolak Larangan Impor Pakaian Bekas

Editor Satu • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:50 WIB
Salah satu pasar pusat penjualan pakaian eks impor atau rojer yang kini mulai sepi imbas larangan impor pakaian bekas.
Salah satu pasar pusat penjualan pakaian eks impor atau rojer yang kini mulai sepi imbas larangan impor pakaian bekas.

JAKARTA, METRODAILY — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tekadnya memberantas mafia impor pakaian bekas dalam karung atau balpres (rojer). Ia menyebut, siapa pun yang menolak kebijakan pelarangan impor balpres akan langsung ditangkap.

“Penolakan? Siapa yang nolak saya tangkap duluan. Kalau yang pelaku thrifting nolak-nolak itu ya saya tangkap duluan dia, berarti kan dia pelakunya. Clear,” tegas Purbaya di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/10).

Menurutnya, perlawanan terhadap kebijakan ini justru mempercepat proses hukum.

“Malah untung buat saya. Artinya mereka ngaku pengimpor ilegal,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Baca Juga: BAZNAS Madina Dukung Ekonomi Warga Sekitar Masjid

Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa impor pakaian bekas ilegal selama ini hanya berujung pemusnahan barang dan pidana penjara. Ke depan, ia memastikan ada hukuman tambahan berupa denda besar dan blacklist permanen bagi para pelaku.

“Selama ini saya malah rugi. Barang dimusnahkan, pelaku dipenjara, tapi negara nggak dapat apa-apa. Sekarang akan saya ubah. Pelaku akan didenda, dan tidak boleh impor lagi,” tegasnya.

Purbaya menyebut nama-nama importir balpres sudah dikantongi pemerintah. Semua pelaku akan segera dibidik dalam operasi bersama antara Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kepolisian.

Baca Juga: 2 Kali Toko Naomi Silalahi Dibobol Maling, Gasak 100 Tabung Gas

Pasar Senen Ketar-ketir

Rencana tegas Purbaya langsung berimbas ke Pasar Senen, Jakarta Pusat — pusat thrifting terbesar di Indonesia. Banyak pedagang mulai kelimpungan karena stok menipis dan pasokan dari kapal luar negeri disetop total.

Di Blok III, seorang pedagang pakaian bekas yang enggan disebutkan namanya mengaku kini hanya bisa menjual sisa stok.

“Sudah nggak ada barang masuk lagi. Kapal yang biasa bawa bal bekas nggak boleh bongkar. Mulai dipersulit,” ujarnya, Senin (27/10).

Menurutnya, bila kondisi terus berlanjut, Pasar Senen bisa sepi pembeli.

“Orang ke Senen kan cari barang thrifting. Kalau ini habis, pasar bisa mati,” keluhnya.

Baca Juga: Gestur Dani Carvajal Picu Keributan Panas Usai El Clasico

Pedagang jaket bekas lainnya menambahkan bahwa thrifting adalah pendongkrak utama kunjungan ke pasar.

“Kalau barang second habis, pengunjung bisa nggak ada lagi. Yang rame itu ya barang bekas impor ini,” ungkapnya.

Diganti Produk Lokal

Purbaya menegaskan larangan impor pakaian bekas bukan untuk mematikan UMKM, melainkan menghidupkan kembali industri tekstil dalam negeri.

“Pasar Senen nggak akan tutup. Nanti diisi dengan barang-barang buatan lokal,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, pekan lalu.

Baca Juga: Ejekan Lamine Yamal Kobarkan Semangat Real Madrid di El Clasico

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mendukung UMKM yang menjual barang ilegal. Sebaliknya, Kemenkeu akan mendorong UMKM legal yang menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi nasional.

Langkah tegas ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap pakaian impor bekas yang merugikan industri tekstil nasional.

“Saya juga baru tahu istilah balpres itu. Jadi sekarang, selain pidana, pelaku juga saya denda. Biar jera, biar negara nggak rugi,” tutup Purbaya. (dtc)

Editor : Editor Satu
#balpres #pakaian bekas #Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa #mafia