JAKARTA, METRODAILY – Tokoh asal Sumatera Utara, Tuan Rondahaim Saragih, resmi masuk dalam daftar 40 nama yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.
Usulan itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat.
Selain Rondahaim, daftar tersebut juga memuat sejumlah nama besar seperti Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh Marsinah.
Baca Juga: Munich Bantai Tim Kevin Diks 3-0, Terpuruk di Dasar Klasemen
Tuan Rondahaim Saragih, Raja Raya (1828–1891) dan penguasa Partuanon Raya di Simalungun, dikenal karena perlawanan keras terhadap kolonial Belanda.
Sosok yang dijuluki “Napoleon der Bataks” itu telah diusulkan sejak 2020, dan kini dinilai mendapat angin segar setelah nama tersebut kembali masuk daftar resmi tahun 2025.
Mensos Syaifullah Yusuf mengatakan, proses pengusulan berjalan panjang dan bertahun-tahun.
“Ada nama yang sudah memenuhi syarat 5 tahun lalu, 6 tahun lalu hingga 7 tahun lalu. Tahun ini beberapa nama diputuskan, termasuk Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan Marsinah,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Mantan Bupati Nias Utara Edward Zega, Usul Program MBG Dialihkan ke Beasiswa
Ia menjelaskan, usulan gelar pahlawan dimulai dari masyarakat dan TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah). Setelah ditandatangani bupati/wali kota dan gubernur, berkas diteruskan ke Kemensos untuk dikaji sebelum diserahkan ke Dewan GTK.
Sementara itu, Fadli Zon menyampaikan bahwa ke-40 nama tersebut telah melalui proses kajian ilmiah, seminar, dan sidang panel.
"Selanjutnya hasil sidang akan kami sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto," tegasnya.
Baca Juga: Dortmund Menang Tipis atas Cologne, Beier Jadi Pahlawan di Injury Time
Daftar 40 Nama Yang Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional (Lengkap, Sesuai Data Asal)
(daftar tetap utuh sesuai naskah asli dan tidak diubah)
KH Muhammad Yusuf Hasyim (Jatim), Demmatande (Sulbar), KH Abbas Abdul Jamil (Jabar), Marsinah (Jatim), Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumbar), Abdoel Moethalib Sangadji (Maluku), Ali Sadikin (Jakarta), Charles Choesj Taulu (Sulut), Mr Gele Harun (Lampung), Letkol Moch Sroedji (Jatim), Aloei Saboe (Gorontalo), Bambang Sugeng (Jateng), Mahmud Marzuki (Riau), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), FX Seda (NTT),
Andi Makkasau (Sulsel), Tuan Rondahaim Saragih (Sumut), R. Suryadi Suryadarma (Jabar), KH Wasyid (Banten), Roebiono Kertopati (Jateng), Syaikhona Kholil (Jatim), KH Abdurrahman Wahid (Jatim), HM Soeharto (Jateng), KH Bisri Syansuri (Jatim), Sultan Muhammad Salahuddin (NTB), Jenderal M Jusuf (Sulsel), HB Jassin (Gorontalo),
Mochtar Kusumaatmadja (Jabar), Ali Sastroamidjojo (Jatim), dr Kariadi (Jateng), RM Bambang Soeprapto Dipokoesoemo (Jateng), Basoeki Probowinoto (Jateng), Raden Soeprapto (Jateng), Mochamad Moeffreni Moe’min (Jakarta), KH Sholeh Iskandar (Jabar), Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumbar), Zainal Abidin Syah (Malut), Gerrit Augustinus Siwabessy (Maluku), Chatib Sulaiman (Sumbar), Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulteng). (net)
Editor : Editor Satu