Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kabar Gembira! Tunjangan Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

Editor Satu • Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta.

JAKARTA, METRODAILY – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan tunjangan untuk guru honorer akan naik sebesar Rp100 ribu pada tahun 2026.

Rencana ini disampaikan dalam Taklimat Media satu tahun capaian Kemendikdasmen di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Tahun depan sudah ada kesepakatan tambahan hasil perjuangan Komisi X. Tunjangan guru honorer atau insentif kami naikkan Rp100 ribu,” ujar Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (23/10).

Dengan kenaikan tersebut, guru honorer akan menerima tunjangan Rp400 ribu per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Mu’ti menyebut langkah ini sebagai bagian dari terobosan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Ini merupakan terobosan yang alhamdulillah bisa kita lakukan mulai tahun ini dan tahun-tahun mendatang,” katanya.

Pada 2025, para guru honorer menerima tunjangan Rp300 ribu per bulan. Pembayaran dilakukan sekaligus untuk tujuh bulan pada Juli lalu, sehingga masing-masing guru menerima Rp2,1 juta.

Guru Honorer Dinilai Belum Manusiawi

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyoroti kesejahteraan guru honorer yang dinilai belum layak. Ia menilai masih banyak guru hanya digaji Rp300 ribu per bulan.

“Guru honorer kita masih menerima Rp300 ribu per bulan, angka yang jelas tidak manusiawi di era sekarang. Mereka pejuang pendidikan, tapi kesejahteraan mereka minim,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Mendikdasmen, Senin (15/9).

Lalu meminta pemerintah meningkatkan alokasi anggaran pendidikan, terutama untuk guru honorer, Program Indonesia Pintar (PIP), serta revitalisasi sekolah di daerah tertinggal.

“Kondisi sekolah kita masih memprihatinkan. Banyak yang rusak dan belum memiliki MCK. Ini jelas tidak normal,” tegasnya.

Komisi X, kata Lalu, akan terus mengawal Kemendikdasmen untuk memastikan kualitas pendidikan nasional semakin baik.

“Meski anggaran terbatas, kami yakin selalu ada cahaya di ujung terowongan,” ujar Lalu. (Net)

Editor : Editor Satu
#mendikdasmen #abdul mu'ti #tunjangan guru honorer