JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah resmi menetapkan Program Magang Nasional akan mulai berjalan pada 20 Oktober 2025. Program ini ditujukan bagi lulusan sarjana dan diploma (fresh graduate) yang baru lulus maksimal satu tahun terakhir.
Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, sebagaimana diunggah melalui akun resmi Sekretariat Kabinet RI di Instagram, kemarin.
“Para lulusan sarjana fresh graduate, kemudian diploma yang dalam satu tahun belakangan ini nanti akan lulus, dapat langsung bekerja, belajar, dan judulnya dalam hal ini adalah Program Magang Nasional,” ujar Teddy, dikutip Minggu (12/10).
Baca Juga: Olla Ramlan Pingsan Saat Dengar Kabar Ibunda Meninggal Dunia
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 20 ribu peserta untuk gelombang pertama. Jumlah ini nantinya akan terus ditingkatkan hingga mencapai 100 ribu peserta magang di seluruh Indonesia.
Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan memberikan kesempatan bagi para lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman profesional sekaligus penghasilan.
“Keuntungan dari program ini, peserta akan menerima gaji sesuai upah minimum kota atau kabupaten setempat setiap bulan,” jelas Teddy.
Baca Juga: Anya Geraldine Berdamai dengan Masa Lalu: 'Aku Udah Maafin Semuanya'
Peserta magang akan mendapatkan gaji sesuai UMR daerah masing-masing. Sebagai contoh, bagi peserta yang ditempatkan di Jakarta, gaji yang diterima mencapai Rp5,4 juta hingga Rp5,5 juta per bulan.
“Tiap bulannya, para sarjana yang magang dapat gaji sesuai UMR. Jadi misalnya di Jakarta, ya berarti sekitar Rp5,4 juta sampai Rp5,5 juta,” terang Teddy.
Program Magang Nasional ini tidak memiliki batasan usia, selama peserta sudah lulus pendidikan tinggi maksimal satu tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ammar Zoni 4 Kali Tersandung Kasus Narkoba
Pemerintah menegaskan program ini terbuka luas bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin meningkatkan kompetensi kerja dan kesiapan karier.
“Program ini adalah bagian dari upaya pemerintah memperkuat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja,” imbuhnya. (mcr4/jpnn)
Editor : Editor Satu