15 Ribu Desa Maju Siap Naik Kelas, Bakal Dapat Dana Rp13 Triliun
Editor Satu• Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Mendes PDT Yandri Susanto menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kantor Bappenas, Jakarta.
JAKARTA, METRODAILY – Sebanyak 15 ribu desa maju di seluruh Indonesia bakal naik kelas menjadi desa mandiri.
Program besar ini tengah digodok Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kementerian PPN/Bappenas serta Bank Dunia.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengungkapkan hal tersebut usai bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Senin (6/10). Dalam pertemuan itu, Yandri didampingi Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria.
“Desa maju sekarang itu ada 23 ribu, nah kita mau geser 15 ribunya menjadi Desa Mandiri. Untuk itu perlu intervensi program,” ujar Yandri.
Karena keterbatasan anggaran APBN, Kemendes menggandeng Bank Dunia yang telah menyatakan siap memberikan dukungan pendanaan dan pendampingan teknis. Kerja sama ini akan dilakukan di bawah pengawasan dan persetujuan Bappenas.
Program kerja sama tersebut direncanakan berjalan selama lima tahun mulai awal 2026, dengan total pembiayaan mencapai USD 800 juta atau sekitar Rp13 triliun. Jika dibagi rata, setiap desa akan mendapat sekitar Rp550 juta.
Selain pendanaan, Bank Dunia juga akan mendorong penerapan ekonomi hijau di desa-desa binaan. Setiap desa akan diarahkan memiliki tema khusus sesuai potensi lokal dan menjadi pusat produksi bahan baku untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Nantinya desa-desa akan menyiapkan bahan baku untuk MBG. Selain itu, juga memperkuat Koperasi Desa Merah Putih agar ekonomi desa makin kokoh,” jelas Yandri.
Kemendes PDT akan menyiapkan program sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
“Intinya kami ingin meningkatkan Desa Maju menjadi Desa Mandiri,” tegas Yandri. (jp)