JAKARTA, METRODAILY – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan usai kualitas makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengakui saat ini pihaknya menghadapi tantangan besar: kekurangan tenaga ahli gizi berpengalaman.
“Saya umumkan, silakan para ahli gizi se-Indonesia mendaftar ke dapur-dapur MBG. Kami kekurangan ahli gizi, apalagi yang sudah berpengalaman. Yang baru-baru saja sekarang sudah kami rekrut,” kata Nanik dalam konferensi pers di BGN, Jakarta Pusat, kemarin.
Baca Juga: Pinjam Motor untuk Jenguk Anak Sakit, Pria Ini Malah Gadaikan Motor Teman
Nanik menjelaskan, hampir seluruh ahli gizi yang tersedia sudah terserap di sekolah-sekolah sehingga BGN kehabisan stok tenaga berpengalaman.
“Kalau mau pilih, tentu kami ingin yang berpengalaman. Tapi masalahnya tidak ada. Jadi yang ada baru-baru itulah yang kami rekrutkan,” jelasnya.
Meski begitu, Nanik meminta publik tidak meremehkan tenaga ahli gizi muda yang kini banyak ditempatkan di dapur MBG.
Baca Juga: Bupati Masinton Ultimatum Perusahaan Sawit di Tapteng: Plasma atau Tutup
“Bismillah, Insha Allah kita percaya anak-anak muda. Jangan tidak dipercaya, kasihan mereka. Kalau ada salah, mari kita perbaiki. Tapi kasih kesempatan mereka bekerja di dapur MBG daripada menganggur,” pungkasnya. (jp)
Editor : Editor Satu