Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kasus Keracunan MBG Terungkap: 8.549 Dapur Belum Kantongi SLHS

Editor Satu • Kamis, 25 September 2025 | 17:35 WIB

Kepala KSP Muhammad Qodari menyoroti minimnya SLHS dan SOP keamanan pangan di SPPG program MBG.
Kepala KSP Muhammad Qodari menyoroti minimnya SLHS dan SOP keamanan pangan di SPPG program MBG.

JAKARTA, METRODAILY – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Qodari menyoroti sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) serta SOP keamanan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih minim implementasinya.

SLHS merupakan bukti tertulis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai upaya mitigasi dan pencegahan keracunan pada program MBG.

Baca Juga: 3 Besar Calon Rektor USU Bersaing Ketat: Muryanto, Poppy, dan Isfenti

Namun, berdasarkan laporan Kemenkes per 22 September 2025, dari 8.583 dapur MBG, hanya 34 SPPG yang telah memiliki SLHS, sedangkan 8.549 SPPG lain belum memilikinya.

“Jadi SPPG harus punya SLHS dari Kemenkes untuk pencegahan keracunan. Data terakhir menunjukkan, dari 8.583 SPPG, cuma 34 yang sudah memiliki SLHS. Sisanya belum,” jelas Qodari.

Selain itu, Qodari menyoroti minimnya SOP keamanan pangan. Dari 1.379 SPPG, hanya 413 yang memiliki SOP, dan bahkan hanya 312 yang menjalankan SOP tersebut. Menurutnya, tanpa SOP yang diterapkan, risiko insiden pangan akan tetap tinggi.

Baca Juga: Nobar Arbil Fahrizal di D’Academy 7, Ratusan Warga Asahan Riuh Mendukung

Qodari menegaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) dan BPOM sudah membuat regulasi prasyarat bagi SPPG, namun pengawasan dan kepatuhan masih menjadi tantangan.

“Hasil pengecekan KSP menunjukkan regulasi sudah ada, tapi PR besar adalah aktivasi dan pengawasan kepatuhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, data BPOM menunjukkan sebagian besar insiden keracunan terjadi pada SPPG yang baru beroperasi kurang dari satu bulan. Dari periode Agustus–September 2025, 9 dari 10 SPPG yang melaporkan keracunan berada pada kategori ini, menandai bulan pertama operasi sebagai fase paling kritis.

Baca Juga: Hari Pertama Program MBG di MIN Toba Samosir, Siswa Lahap Makan

Qodari menyebutnya sebagai “critical one month”, menyamakan situasi ini dengan istilah pilot “Critical Eleven” yang menentukan keselamatan di fase krusial. (dtc)

Editor : Editor Satu
#keracunan mbg #Makan Bergizi Gratis