JAKARTA, METRO DAILY – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sangat prihatin atas jatuhnya puluhan korban dalam aksi demo ricuh beberapa hari terakhir.
Tak hanya masyarakat sipil, puluhan aparat kepolisian juga menjadi korban saat bertugas mengamankan jalannya aksi.
Berdasarkan data Polri, tercatat 43 polisi mengalami luka-luka, di mana sebagian sudah pulang, namun 17 orang masih harus menjalani perawatan intensif. Dari jumlah itu, ada seorang petugas yang kondisinya paling parah.
Baca Juga: Acha Septriasa Curhat di Ultah ke-36: “Pernah Gagal, Dihina, Dipuji, Tapi Tetap Bertahan”
Prabowo yang menjenguk korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2025), mengungkapkan fakta mengejutkan.
“Ini saya mau nengok yang paling parah, ginjalnya diinjak-injak sampai rusak. Jadi beliau sekarang harus cuci darah. Kalau perlu kita cari transplantasi,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, tindakan anarkis yang melukai aparat tidak bisa dibenarkan. Ia menegaskan bahwa aparat yang bertugas menjaga keamanan adalah bagian dari negara dan rakyat.
Baca Juga: Meriam Bellina Ungkap Beratnya Jadi Caregiver, Tersentuh Saat Main Film Agape
Sebagai bentuk penghargaan, Prabowo langsung memerintahkan jajaran kepolisian untuk memberikan penghargaan luar biasa kepada seluruh polisi yang terluka saat bertugas.
“Semua petugas dinaikkan pangkatnya. Ini bentuk penghargaan luar biasa karena mereka bertugas membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” tegasnya.
Demo Harus Sesuai Aturan
Meski menegaskan hak berunjuk rasa dilindungi undang-undang, Prabowo mengingatkan bahwa demo harus sesuai aturan, termasuk izin resmi dan selesai paling lambat pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Siti Nurhaliza Turut Doakan Indonesia di Tengah Kondisi Memanas
Ia juga menyinggung adanya provokator yang memanfaatkan aksi, termasuk penggunaan petasan berbahaya yang melukai aparat.
“Banyak laporan, ada anggota yang terbakar leher dan paha karena petasan besar. Ini bukan cara menyampaikan aspirasi,” tambahnya.
Prabowo pun menekankan bahwa polisi yang melakukan kesalahan juga akan ditindak tegas. Namun, ia meminta publik tidak melupakan fakta bahwa puluhan aparat telah menjadi korban dalam insiden ini. (jp)
Editor : Editor Satu