Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Muhrina Anggun Sari Hasibuan, Perempuan Muda dari Gunung Tua jadi Doktor di IPB

Editor Satu • Senin, 23 Juni 2025 | 11:40 WIB
Putri Paluta, Muhrina Anggun Sari Hasibuan.
Putri Paluta, Muhrina Anggun Sari Hasibuan.

PALUTA, METRODAILY — Dari pelosok Sumatera Utara, tepatnya Gunung Tua, lahir sosok inspiratif: Dr. Muhrina Anggun Sari Hasibuan, M.Hut., M.Si. atau akrab disapa Ririn.

Perempuan tangguh ini sukses mencuri perhatian publik sebagai pemimpin muda di bidang akademik dan keberlanjutan yang mengharumkan nama daerah hingga level nasional!

Pada 25 Juni 2025, Ririn diwisuda sebagai Doktor IPB University dengan predikat Cumlaude dan IPK sempurna 4,00. Disertasinya, Desain Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Berbasis Jasa Ekosistem: Studi Kasus DAS Cisadane, dinilai sebagai terobosan penting dalam pengelolaan lingkungan Indonesia.

Baca Juga: Saipullah–Atika Ikut Retreat KepemimpinanGelombang Kedua di Jatinangor

Tak hanya berprestasi di kampus, Ririn kini menjabat AVP Riset Bisnis PT Surveyor Indonesia, BUMN yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, transformasi hijau, dan tata kelola ESG. Ia jadi salah satu wajah muda BUMN yang konsisten mendorong inovasi.

“Pendidikan bukan tujuan akhir, tapi kendaraan untuk menciptakan dampak,” tegas Ririn, istri Capt. Sardi Rais Harahap, M.Mar, saat tampil di forum kepemimpinan perempuan.

Kisah Ririn benar-benar inspiratif. Berasal dari SMA Negeri 2 Plus Sipirok, ia tumbuh dengan nilai disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Pesan legendaris almarhum Raja Inal Siregar terus ia pegang: Anak desa harus jadi pelopor pembangunan.

Baca Juga: Pulang Sehat, Jamaah Haji Siantar Disambut di Balai Kota

Dan kini, putri Armadani Hasibuan dan Murniati Panjaitan itu menjadi simbol bahwa asal bukanlah batas! Disertasinya bahkan sudah diadopsi sebagai inovasi perusahaan tempat ia berkarya.

Sebagai perempuan muda, ibu dua anak ini tak hanya berperan sebagai akademisi dan profesional, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya gotong royong dan kepemimpinan kolektif. (ant)

Editor : Editor Satu
#perempuan tangguh #doktor ipb