Tim Pencari Iptu Tomi Ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata
Editor Satu• Rabu, 30 April 2025 | 12:35 WIB
Mabes Polri dan Polda Papua Barat melaksanakan olah TKP di lokasi hilangnya mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun.
PAPUA, METRODAILY – Misi pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun di Papua Barat makin memanas. Tim gabungan yang terjun ke lapangan justru mendapat serangan tembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Yang bikin makin tegang, serangan itu menarget Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, yang ikut dalam rombongan pencari!
Insiden terjadi di sekitar Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Minggu pagi (27/4). Sekitar pukul 07.10 WIT, rombongan ditembaki KKB. Beruntung, personel Brimob dari Satgas Alpha Bravo Moskona sigap mengamankan situasi dan berhasil menyelamatkan Frits beserta seluruh rombongan.
“Rombongan mendapatkan serangan dari kelompok sipil bersenjata. Tim kami segera bertindak cepat dan menyelamatkan seluruh anggota, termasuk Ketua Komnas HAM Papua,” ungkap Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, dalam keterangan pers, Senin (28/4).
Setelah kejadian, Frits dan rombongan langsung dievakuasi ke Pos Komando Taktis Meyado. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, ketegangan makin terasa karena KKB terang-terangan mengakui aksi penyerangan itu.
KKB: Frits Jadi Target, Ini Peringatan!
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, secara terbuka mengakui kelompoknya yang menembaki tim pencarian Iptu Tomi. Mereka menyebut, Frits Ramandey memang jadi target karena dianggap ikut mendukung operasi militer.
“Penyerangan ini peringatan keras. Semua warga sipil yang ikut dalam operasi pencarian ini harus segera keluar dari wilayah Moskona,” tegas Sebby dalam pesan resminya.
Dia bahkan merilis video penembakan, memperlihatkan seorang pria dengan senjata laras panjang membidik ke arah seberang sungai—yang disebut sebagai tim pencari Iptu Tomi.
Menurut Sebby, operasi gabungan pencarian yang dilakukan Indonesia hanya kedok untuk memperbaiki citra pemerintah, dan bukan murni misi kemanusiaan. Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Prabowo agar membuka ruang negosiasi dengan TPNPB.
“Kami siap berdialog, asal dimediasi oleh pihak ketiga yang netral,” katanya.
Sampai saat ini, operasi pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun, mantan Kasatreskrim Polres Teluk Bintuni asal Pematangsiantar, masih berlangsung. Iptu Tomi hilang di sekitar Sungai Rawara pada 18 Desember 2023 lalu. Ini adalah tahap ketiga pencarian yang melibatkan Polri, TNI, Basarnas, Komnas HAM, hingga tokoh masyarakat dan agama.
Misi ini disebut sebagai bentuk transparansi dan pendekatan humanis dalam pencarian korban. Namun serangan terbaru dari KKB jelas menunjukkan tantangan besar di lapangan.
Misi kemanusiaan kini berubah menjadi laga penuh risiko, dan publik hanya bisa berharap: Iptu Tomi bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. (jp)