Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hujan Deras Berpotensi hingga Akhir April, Pemda Diminta Siaga Bencana 

Editor Satu • Rabu, 9 April 2025 | 11:16 WIB

Hujan-Ilustrasi
Hujan-Ilustrasi

JAKARTA, METRODAILY – Ancaman cuaca ekstrem berupa hujan deras masih akan membayangi sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir April 2025.

Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang diprediksi meningkat seiring dengan intensitas curah hujan yang tetap tinggi meskipun tidak seintens Maret lalu.

Peneliti klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Erma Yulihastin, mengungkapkan pergerakan sistem cuaca global seperti gelombang atmosfer Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO) akan menjadi pemicu utama curah hujan di bulan ini.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Tol Ditunda Sementara

"Gelombang atmosfer seperti Kelvin, MJO, dan Rossby sedang aktif, terutama di wilayah utara khatulistiwa seperti Aceh dan Sumatera Utara. Ini menyebabkan pembentukan awan konvektif yang membawa hujan lebat," ujar Erma, Senin (7/4).

Di sisi lain, tekanan udara rendah yang terbentuk di Kalimantan dan Laut Jawa bagian utara juga mendukung terbentuknya klaster awan hujan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga sebagian wilayah Jawa Timur.

Bahkan, wilayah Jabodetabek diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi pada 10 hari terakhir bulan ini akibat pertemuan gelombang Kelvin dan Rossby di Sumatera bagian selatan.

Baca Juga: Dua Pengedar Sabu Diringkus di Permukiman Padat Siantar Martoba

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan sejumlah bencana hidrometeorologi telah dilaporkan terjadi di berbagai daerah sejak awal April.

“Banjir dan angin kencang telah melanda Desa Tabalu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sedikitnya 115 rumah terdampak,” jelas Abdul, Senin (7/4).

Banjir juga terjadi di beberapa wilayah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dengan 15 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, longsor besar di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menelan 10 korban jiwa dan memutus akses utama ke Kota Batu.

Baca Juga: Bupati Asahan Tetapkan Visi Pembangunan 2025–2029: Sejahtera, Religius

“Evakuasi sempat terkendala karena hujan masih mengguyur hingga Minggu malam. Pembersihan material longsor setinggi 50 meter baru bisa dilakukan hari ini,” kata Abdul.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan rawan bencana. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rendah diminta waspada serta segera mengungsi jika kondisi memburuk. (wan/idr/oni/jpg)

Editor : Editor Satu
#Bencana hidrometeorologi #hujan deras #cuaca ekstrem